|
Sri Mulyani Kritik Mantan Menteri Ikut Demo BBM
Rabu, 21 Mei 2008 | 21:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku prihatin dengan banyaknya mantan menteri yang turut serta dalam demonstrasi penolakan rencana pemerintah menaikan harga BBM. Menurutnya, sebagai mantan menteri seharusnya mereka tahu alasan pemerintah mengambil keputusan menaikan harga BBM.
"Kami sangat hargai, tetapi apakah pandangan dan klaim mereka sesuai fakta," katanya dalam keterangan pers di kantornya, Rabu (21/05).
Sri Mulyani menolak anggapan bahwa pemerintah memilih jalan yang termudah dengan langsung menaikan harga BBM. "Pemerintah tidak tinggal diam," katanya.
Menurutnya, pemerintah telah melakukan berbagai usaha untuk menjaga agar harga BBM tidak perlu dinaikan. Misalnya, menghemat belanja anggaran Rp 30,3 triliun, mendongkrak penerimaan nonmigas Rp 20 triliun, memakai cadangan risiko fiskal Rp 8,3 triliun, dan menambah pinjaman program Rp 25 triliun. "Tetapi ledakan subsidi BBM tetap tidak terkejar," katanya.
Sri Mulyani mengakui kebijakan menaikan harga BBM merupakan putusan pahit yang harus diambil pemerintah.
Namun, keputusan tersebut dinilainya justru lebih memenuhi azas keadilan. Subsidi BBM menurutnya selama ini jutru banyak dinikmati oleh masyarakat mampu. Saat ini, subsidi BBM Rp 186 triliun, sedangkan program kemiskinan hanya Rp 60 triliun. Namun, dengan kenaikan harga, subsidi BBM Rp 141 triliun dan program kemiskinan Rp 100 triliun. "Ini lebih adil."
Gunanto E S
INDEKS BERITA LAINNYA :
|