Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Produksi Gula Mentah Rafinasi Masih Terbatas
Rabu, 21 Mei 2008 | 18:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Produksi gula mentah atau raw sugar yang diproses pabrik gula dalam negeri masih terbatas. Produsen gula rafinasi pun masih mempertanyakan kualitas gula mentah yang akan dihasilkan. "Sampai saat ini kualitas belum diketahui karena baru mau memulai proses dengan masuknya musim giling," ujar Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) M Yamin Rachman, Rabu (21/5).

Menurut Yamin, produsen gula rafinasi tak keberatan dengan permintaan pemerintah untuk mengolah di dalam negeri. Saat ini produsen telah bekerjasama dengan PT Perkebunan Negara (PTPN) untuk memproses gula mentah (raw sugar). Gula mentah ini merupakan bahan baku gula rafinasi yang selama ini diimpor.

Dia menjelaskan, apabila gula mentah produksi dalam negeri lebih murah dan memenuhi kualitas maka produsen lebih memilih produksi dalam negeri.

Produksi gula mentah dalam negeri, kata Yamin, masih terbatas sekitar 100-200 ribu ton. Sementara itu dalam neraca gula yang ditawarkan AGRI, diproyeksikan kebutuhan gula rafinasi 2008 sebanyak 2,1 juta ton atau diperlukan sekitar 2,3 juta ton gula mentah.

Direktur Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian, Achmad Manggabarani menjelaskan proyek percontohan produksi gula mentah sudah dimulai oleh PT Sugar Labinta sebanyak 265 ribu ton. "Tak ada masalah teknologi," ujarnya.

Dia menegaskan, gula rafinasi harus berbasis gula tebu. Produsen harus bekerjasama dengan tebu rakyat untuk mendapat pasokan tebu. "Ada masa toleransi dua tahun, tapi harus jelas rencananya," katanya.

YULIAWATI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Tegur Peretail Besar Jual Gula Rafinasi
Tenggat Penarikan Gula Rafinasi Molor
Grup Salim Akan Masuk Lagi Bisnis Gula
Gula Impor 90 Ribu Ton Siap Masuk Pasar
Impor Gula Mentah Masih Tetap
Revitalisasi Pabrik Gula Mendesak Dilakukan
Revitalisasi Pabrik Gula Butuh Rp 3 Triliun
Alat Pembuat Gula Semut Bantuan Pemerintah Beracun
Harga Gula Lokal Terus Anjlok
Industri Berbasis Gula Layak Diberi Kredit
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123434 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Nasib Porto Belum Jelas
Manchester City Kembali Boyong Shaun Wright-Phillips
Kenyon: Sheva Pantas Kami Beli
Wajib Pajak dan Objek Pajak Diperluas
Sampel DNA Dua "Asrori" Akan dicocokkan

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data