Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bila Tak Hemat Energi, Indonesia Terancam Musibah Besar 2050
Jum'at, 16 Mei 2008 | 13:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bila tidak mengurangi pemakaian energi, diperkirakan pada 2050 Indonesia akan mengalami musibah besar. Pemakaian energi berlebihan dianggap sebagai penyebab utama peningkatan suhu bumi 6,4 derajat celcius selama 100 tahun terakhir.

”Pada 2050 merupakan titik musibah paling besar terjadi, apabila tidak ada pengurangan pemakaian energi,” ujar Menteri Koordinator Lingkungan Hidup, Rahmat Witoelar dalam kuliah umum perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan, di aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Jumat siang (16/5).

Rahmat mengutip kesimpulan, Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yang menyatakan bahwa, sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia.

Ia menambahkan, akibat peningkatan suhu tersebut, 7 sungai besar di dunia akan mengalami kekeringan. Ia mencontohkan salah satunya sungai gangga dan sungai kuning yang ada di China dan India.

Ia juga mencontohkan, jalan raya menuju bandara Sukarno-Hatta akan terendam banjir permanen bila laju pemanasan global tidak dikurangi. ”Akhirnya terpaksa, izin alih fungsi hutan bakau menjadi jalan raya dikeluarkan, kalau tidak, tidak ada akses menuju bandara,” ujarnya.

Guna memperlambat laju pemanasan global, Rahmat merekomendasikan kebijakangreen life style bagi individu dan pemerintah di Indonesia, salah satunya dengan mengurangi pemakaian listrik dan bahan bakar secara berlebihan. ”Saya juga merekomendasikan pemerintah dan pengembang agar mengubah desain gedung bertingkat yang ada di Jakarta, guna menghemat energi,” ujar Rahmat.

Cheta Nilawaty


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123191 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data