|
BUMN Diminta Setor Dividen untuk Tomboki APBN
Selasa, 13 Mei 2008 | 14:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengambil dividen dari hampir semua badan usaha yang profit. Penarikan dividen ini untuk menutup setoran terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2008 sebesar Rp 31,5 triliun.
"Kecuali badan usaha yang bergerak di jaminan sosial, seperti PT Jamsostek, PT Askes dan PT Taspen," kata Menteri Negara BUMN, Sofyan Djalil, di kantornya, Selasa (13/5).
Soal prosentase dividen dari tiap-tiap BUMN, besaranya akan disesuaikan dengan kebutuhan internal perseroan itu sendiri. Sehingga, badan usaha pemerintah yang akan melakukan investasi hanya dimintai dividen dalam porsi sedikit.
"Kalau yang tidak ada rencana investasi, tentu porsi dividennya lebih besar," ujar Sofyan. Sayangnya, ia enggan menyebutkan detail besaran kisaran prosentase dividen yang ditentukan pemerintah. "Nanti kami bagi masing-masing BUMN."
Saat ini, sudah hampir seluruh badan usaha pelat merah telah menyelesaikan audit laporan keuangan tahun buku 2007 dan menyampaikan labanya. Sedangkan badan-badan usaha besar seperti PT Aneka Tambang Tbk. (Antam), PT Bank Mandiri Tbk., dan PT Timah Tbk. dipastikan bakal menyetor dividen yang cukup besar. "Minimal 40 persen," kata Sofyan.
WAHYUDIN FAHMI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|