|
BNI Terus Naikkan Provisi
Senin, 12 Mei 2008 | 19:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) akan terus meningkatkan dana cadangan atau provisi hingga mencapai 100 persen lebih. Saat ini provisi BNI baru mencapai 83,4 persen.
“Peningkatan provisi ini akan dilakukan secara bertahap,” kata Deputi Menteri Negara BUMN Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Suprapto, di kantornya, Senin (12/5).
Menurut Parikesit, yang juga menjabat Komisaris BNI ini, peningkatan provisi tersebut bertujuan untuk menghadapi gejolak kenaikan harga minyak dunia. “Jadi ini hal yang lumrah, bahkan ada bank yang provisinya mencapai 200 persen,” ujarnya.
Mengenai harga saham BNI yang terus merosot saat ini, Parikesit beranggapan penyebabnya adalah akibat kondisi pasar global yang sedang bergejolak. Saat ini harga saham emiten berkode BBNI ini berada pada level Rp 1.190 per saham, dari harga penawaran saham kedua (secondary public offering) Rp 2.050.
Sebelumnya, Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo menyatakan akan meningkatkan provisi menjadi 100 persen hingga Juli mendatang. Untuk peningkatan ini, BNI akan menambahkan dana sekitar Rp 1,3 triliun. “Tujuannya untuk mengantisipasi resiko perekonomian global yang kemungkinan menuju resesi," kata Gatot. (Koran Tempo, 29 April)
Bahkan akibat terus berusaha meningkatkan provisi tersebut, BNI membukukan penurunan laba bersih sebesar 61,7 persen pada kuartal pertama tahun ini. Laba bersih perseroan menurun dari Rp 400 miliar pada peridoe yang sama 2007 menjadi Rp 153 miliar.
WAHYUDIN FAHMI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|