Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden: Saya Berdosa, Jika Naikkan Harga BBM Setelah Pemilu
Rabu, 07 Mei 2008 | 17:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak bukan didasarkan pada pertimbangan politik praktis semata. Keputusan menaikkan harga BBM diambil melalui pertimbangan kebaikan dan kerugian bagi rakyat.

"Bukan pertimbangan politik praktis, bukan kepentingan orang seorang," katanya saat membuka the Asia Pacific Conference and Exhibition 2008 (Apconex) on Financial Transformation di Balai Sidang Jakarta, Rabu (7/5).

Presiden mengaku setelah pemerintah memutuskan akan menaikkan harga BBM awal minggu ini, ia banyak menerima pesan pendek dari masyarakat. Ragam isi pesan pendek itu macam-macam. "Ratusan kadang ribuan sms masuk, yang kami ketahui, apa yang menjadi aspirasi pikiran feedback dari rakyat kita," katanya.

Beberapa dari pesan pendek itu, kata Presiden, meminta agar kebijakan menaikkan harga BBM sebaiknya diputuskan setelah Pemilihan Presiden 2009 selesai. Ia mengatakan, jika itu yang menjadi pertimbangan. "Salah, berdosa saya. berarti hanya memikirkan diri sendiri," katanya.

Keputusan menaikkan harga bahan bakar minyak, katanya, melalui berbagai pertimbangan apakah akan membawa kebaikan atau tidak bagi rakyat. Apabila harga BBM dinaikkan, apa yang perlu dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi yang lemah. "Itu pertimbangannya," katanya.

Sebagian pesan pendek lainya, kata Presiden, menyatakan dukungannya. Presiden mengatakan, ada masyarakat yang menyatakan menaikkan harga BBM ini bisa diterima. "Memang suaranya keras, jujur pak kami bisa terima, negara lain juga sudah naik, cuma Indonesia yang belum," katanya. Namun, kenaikan harga BBM harus mempertimbangkan keadaan ekonomi masyarakat lemah. "Ada sms seperti itu, kami dengar," katanya.

Presiden menegaskan menaikkan harga BBM adalah jalan terakhir dalam menghadapi persoalan APBN dan subsidi. Kalau tidak ada cara lain kecuali hanya menaikkan bbm, setelah upaya lain dilakukan, tapi masih harus menaikkan harga BBM, harus dipastikan kenaikannya pun dalam prosentase yang tepat dan timing yang tepat.


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122675 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data