Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Indonesia Pertimbangkan Keluar dari OPEC
Selasa, 06 Mei 2008 | 15:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, pemerintan mempertimbangkan apakah Indonesia akan tetap menjadi anggota atau keluar dari OPEC. Alasannya, Indonesia saat ini sudah bukan lagi menjadi negara pengekspor minyak.

"Kemarin dalam rapat terbatas mengenai subsidi bahan bakar minyak sempat didiskusikan mengenai keberadaan Indonesia di OPEC. Apakah akan tetap atau tidak," ujar Yudhoyono pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2008, Selasa (6/5).

Hadir dalam acara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Perekonomian Boediono, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dan kepala daerah provinsi dan bupati serta wali kota se-Indonesia.

Presiden mengatakan Indonesia saat ini bukan lagi pengekspor minyak murni. Dia menjelaskan, ekspor yang dilakukan Indonesia lebih banyak dari minyak yang diimpor. "Apalagi produksi minyak kita semakin menurun," katanya.

Mundur atau tidaknya Indonesia dari keanggotaan OPEC menunggu hasil kinerja pemerintah untuk menaikkan produksi minyak. "Produksi minyak Indonesia saat ini di bawah satu juta barel per hari," ujarnya.

OPEC atau Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak merupakan organisasi kartel minyak. Saat ini OPEC memasok sekitar 40 persen kebutuhan minyak dunia dengan total produksi sekitar 31 juta barel per hari. Indonesia merupakan negara dari Asia yang menjadi anggota OPEC.

NININ DAMAYANTI | ALI NY


ANGGOTA OPEC

NEGARA PRODUKSI(barel/hari)

Arab Saudi 9,1 juta
Iran 3,9 juta
Uni Emirat Arab 2,5 juta
Nigeria 2,5 juta
Venezuela 2,5 juta
Iraq 1,9 juta
Libya 1,7 juta
Angola 1,4 juta
Aljazair 1,4 juta
Indonesia 0,9 juta
Qatar 0,8 juta
Equador 0,5 juta

Total 31 juta

ALI NY | AFP


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

OPEC Tidak Menaikkan Produksi Minyak
OPEC Diminta Bantu Negara Miskin
Wapres: Negara Berkembang Terjepit Harga Minyak
Indonesia Usulkan OPEC Bantu Pendidikan dan Kehutanan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122570 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data