Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Departemen Pertahanan Pertanyakan Penjualan Krakatau
Selasa, 06 Mei 2008 | 01:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendapat surat dari Departemen Pertahanan terkait adanya rencana penjaualan saham PT Krakatau Steel kepada mitra strategis asing. Isi surat itu mempertanyakan bagaimana keterjagaan keamanan produksi senjata Indonesia yang menggunakan baja dari Krakatau Steel seandainya pihak asing jadi membeli.

Sumber Tempo di pemerintahan mengungkapkan, surat tersebut telah dikirimkan hari Senin (5/5). "Surat itu langsung dikirim oleh Menteri Pertahanan (Juwono Sudarsono) dengan tembusan ke Presiden," ujarnya.

Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil ketika dimintai konfirmasinya mengaku belum mengetahui adanya surat tersebut. "Saya belum tahu kalau ada surat itu," kata Sofyan, Senin (5/5).

Menurut dia, yang terpenting dari produksi senjata Indonesia adalah ukuran dan daya tahan bahan baku bajanya. Selain itu, untuk memahami apakah Krakatau Steel masuk sebagai industri strategis tergantung dari cara memandangnya. "Justru meningkatkan produksi baja nasional itu lebih strategis," kata dia.

Pemerintah, kata Sofyan, membuka diri seluas-luasnya terhadap masuknya berbagai proposal penawaran terhadap produsen baja pelat merah tersebut. "Jadi penawaran yang masuk lewat Departemen Perindustrian dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bagus-bagus saja, tapi nanti prosedurnya tetap harus lewat Kementerian Negara BUMN," ujarnya

Juru bicara Departemen Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Slamet Hariyanto mengatakan, tidak mengetahui tentang surat Menteri Pertahanan kepada Menteri BUMN tersebut. "Sampai saat ini saya belum mendengar info (surat) itu sama sekali," ujarnya kepada Tempo, Senin (5/5). Dia menambahkan, "mungkin kami akan konfirmasi dengan Bapak dulu (Menteri Pertahanan)."

WAHYUDIN FAHMI | NIEKE INDRIETTA


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Krakatau Bangun Proyek Baja Terintegrasi
Industri Hilir Kurangi Penyerapan Baja
Tahun Ini Industri Manufaktur Stagnan
KHI Pipe Ekspor Pipa Baja Senilai US$ 4,3 juta
Pertumbuhan Industri Masih Lambat
Pengembangan Industri Baja di Kalimantan Selatan
Industri Baja Terintegrasi Layak Insentif
Industri Baja Keluhkan Kenaikan TDL
Pemerintah Perketat Standardisasi Baja
Krakatau Steel Gandeng Bluescope Suplai Asia
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122537 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data