Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kepala BKPM: Wakil Presiden Koordinasikan Penjualan Krakatau
Selasa, 06 Mei 2008 | 00:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi menyatakan, rencana penawaran saham PT Krakatau Steel (Persero) kepada beberapa perusahaan di bawah koordinasi Wakil Presiden. Departemen Perindustrian dan BKPM didorong terlibat dalam proses pencarian mitra strategis tersebut. "Proses pencarian mitra strategis dibawah koordinasi langsung Wakil Presiden," ujarnya kepada Tempo, Senin (5/5).

Saat ini sudah ada empat peminat Krakatau Steel : ArcelorMittal, Bluescope Steel Limited International, Essar Steel Limited dan Tata Steel Limited. Rencananya Bluescope dan Tata akan bertemu dengan Menteri Perindustrian Fahmi Idris pekan ini.

Sebelumnya Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan kekecewaanya karena tak mengetahui penawaran yang diberikan tiga perusahaan baja selain ArcelorMittal. Padahal berdasarkan undang-undang pelaksanaan privatisasi berada di tangan Menteri BUMN (Koran Tempo, 5 Mei).

Luthfi membantah tidak adanya koordinasi antardepartemen pemerintah. Dia mengatakan semua penawaran itu dilaporkan kepada Wakil Presiden. "Dan dibahas pada sidang kabinet," katanya.

Menurut Lutfi, BKPM bertanggungjawab mengurusi setiap potensi investasi dalam negeri. Sedangkan Departemen Perindustrian, kata dia, punya kepentingan meningkatkan kapasitas produksi baja nasional. "Semakin banyak pihak yang terlibat akan semakin besar mendapatkan proses yang kredibel," ujarnya.

Dia menjelaskan, Kementrian BUMN dan Departemen Keuangan dari segi administrasi privatisasi. "Kementrian BUMN akan membahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat," ujarnya. Proses beauty contest akan melalui Kementrian BUMN.

Komisaris Utama Krakatau Steel Taufiequrachman Ruki mengatakan, Departemen Perindustrian dan BKPM terlalu antusias menawarkan Krakatau. Seharusnya pemerintah, mempercayakan peningkatan kapasitas produksi tanpa keterlibatan pemodal baru. "Krakatau memiliki laporan keuangan yang sehat dan mudah mendapatkan dana dari perbankan hingga US$ 1 miliar," ujarnya.

Ruki menjelaskan saat ini arus kas (cash flow) Krakatau per Mei sekitar Rp 1,2 triliun. Selain itu memiliki piutang Rp 2,1 triliun. "Kami tak pernah tercatat default," katanya. Pada tahun ini perusahaan menargetkan meraih laba Rp 800 miliar sementara pada 2007 mendapatkan laba Rp 300 miliar.

Sampai saat ini, katanya pemakaian impor baja dalam negeri sebanyak 2,7 juta ton lebih kecil dibandingkan negara tetangga. Tercatat, Malaysia impor baja sebanyak 3,7 juta ton, Thailand (6,6 juta ton), Korea (16,6 juta ton), Philipina (3,6 juta ton). "Indonesia tidak dalam kondisi darurat dalam semua aspek termasuk kondisi perseroan," katanya.

Pemerintah akan melepas saham Krakatau paling banyak 40 persen dengan harga sekitar US$ 400-500 juta. Saat ini total aset Krakatau sekitar Rp 11 triliun atau US$ 1,2 miliar.

YULIAWATI | ALI NY

Dari Arsip Majalah TEMPO
Langkah Awal Senor Meksiko  | 06 Oktober 1998
Juragan Londo, Welcome…  | 17 Mei 1999
Meraba-raba Harga BCA  | 17 Mei 1999
BCA Dijual, Salim Membeli?  | 17 Mei 1999
Merangkul Si Anak Hilang | 11 Oktober 2004
Tawaran dari Perusahaan Liliput  | 22 Desember 2003
Bisnis Sepekan  | 15 Desember 2003
Bisnis Sepekan  | 01 Desember 2003
Bisnis Spekan  | 24 November 2003
Melelang Si Anak Emas  | 17 November 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gozco Plantations Tawarkan Saham Kepada Publik Rp 225 Per Lembar
Daily Bread Akan Go Public Akhir Semester Pertama
Kokoh Inti Siapkan Dana Rp 60 - 70 Miliar Untuk Investasi
Adaro Akan Tunjuk Penjamin Emisi Lokal
Truba Alam Manunggal Akan Ekspansi
Medco Minati Beli Saham Natuna
Harga Saham BCA Setelah Stock Split Rp 3.600
Barito Pacific Tbk Batal Gelar RUPSLB
BNI dan CIMB Ditunjuk Penjamin Emisi BTPN
Radian Tawarkan Saham Perdana
> selengkapnya...

Referensi

PP RI No. 70 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia
PP RI No. 29 Tahun 1999 Tentang Pembelian Saham Bank Umum

Website

Bursa Efek Surabaya

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122536 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data