|
Presiden Isyaratkan Kenaikan Harga BBM
Senin, 05 Mei 2008 | 18:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengisyaratkan bahwa pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk menghindari pembengkakan beban subsidi di APBN.
"Tahapan sekarang ini bukan lagi bicara (harga BBM) naik atau tidak naik. Tetapi, kalau naik berapa? Apakah 20 persen, 25 persen atau 30 persen, dan mengapa sampai pada angka itu," kata Presiden dalam jamuan makan siang dengan tokoh media massa di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/5).
Presiden mengingatkan kondisi ekonomi Indonesia sangat sulit akibat kenaikan harga minyak mentah dan harga pangan di dunia internasional. Harga minyak dunia memang terus bergejolak dan kemarin diperdagangkan di kisaran US$ 116 per barel. "Ini krisis global, semua negara menghadapi persoalan sama," kata Presiden.
Gara-gara harga minyak mentah tinggi, kalangan ekonomi khawatir APBN jebol karena tak kuat menanggung beban subsidi BBM yang bisa melonjak jadi Rp 200 triliun. Menurut mereka, jika pemerintah terus menunda rencana tersebut, maka kenaikan harga BBM akan semakin besar. "Paling lambat Juni sudah harus diumumkan, naik 30 persen masih OK-lah," kata ekonom INDEF, Avilliani kemarin.
Menurut Presiden, pemerintah sedang memikirkan instrumen yang akan digunakan untuk menyertai kenaikan harga BBM. Pemerintah sudah memiliki program jaringan pengaman sosial, seperti program bantuan langsung tunai. Program ini pernah digulirkan pemerintah saat menaikkan harga BBM hingga 126 persen pada 2005.
"Yang pertama harus dipikirkan adalah bagaimana menyelamatkan orang miskin," ujar Presiden. Menurut dia, program tersebut harus dihitung secara cepat dan pemerintah sudah siap ketika harga BBM dinaikkan. "Kami juga ingin pelaku pasar mendapat kepastian."
Yudhoyono mengakui kebijakan menaikkan harga BBM memang cukup berisiko. "Selalu ada. Politik, sosial, keamanan, dan sebagainya," ujarnya. Namun, ia berdoa kepada Allah SWT agar keputusan yang tidak mudah ini dirahmati dan membawa solusi bagi bangsa dan negara.
FANNY FEBIANA I GUNANTO E S I EZTHER LASTANIA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|