|
Pemerintah Siapkan Program Bantuan Langsung Tunai
Senin, 05 Mei 2008 | 16:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah sedang berniat menghidupkan kembali program bantuan langsung tunai terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Sekertaris Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Syahrial Loetan menyatakan pemerintah telah menyiapkan banyak skenario untuk mengantisipasi rencana kenaikan harga BBM. Skenario itu disiapkan guna meredam dampak negatif terhadap masyarakat kelas bawah.
"Ada kemungkinan, program Bantuan Langsung Tunai (BLT) akan digelontorkan lagi," ujar Syahrial di Jakarta, kemarin. Menurut dia, program itu akan diterapkan, jika masyarakat di level bawah tidak bisa lagi diberi pancing. "Pemerintah sudah mengalokasikan anggaran sebagai pengaman di APBN Perubahan."
Pemerintah pernah mengeluarkan kebijakan program BLT pada saat menaikkan harga BBM hingga 126 persen pada 2005 lalu. Program BLT ini dianggap efektif untuk membantu kalangan tak mampu menghadapi laju inflasi yang kelewat tinggi akibat kebijakan tersebut. Namun, program ini kemudian dihapuskan dan diganti dengan bantuan tunai bersyarat.
Belakangan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzetta menyebutkan program BLT akan dihidupkan lagi. Namun, program itu akan diprioritaskan untuk masyarakat miskin luar Jawa. Sementara, program transfer cash for work dialokasikan untuk Jawa.
"Namun, dengan kondisi seperti ini BLT juga akan dilakukan di Jawa," kata Syahrial. Hanya, dia mengingatkan semua opsi tersebut masih dikaji. "Keputusan final akan diputuskan dalam sidang kabinet yang dipimpin langsung oleh Presiden Yudhoyono."
Syahrial menambahkan harga minyak dunia akhir-akhir ini juga cenderung turun. Rata-rata harga minyak dunia Indonesia juga baru sedikit dibawah asumsi dalam APBN Perubahan yang ditetapkan sebesar Us$ 95 per barel.
Namun, Syahrial mengingatkan program penghematan energi tidak bisa ditawar lagi. Apalagi, pola konsumsi energi yang boros harus segera dikendalikan di semua lini termasuk perkantoran, mal dan pabrik sesuai dengan himbauan Presiden.
Gunanto E S
INDEKS BERITA LAINNYA :
|