Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Rata-Rata Harga Gabah Petani di Bawah HPP
Jum'at, 02 Mei 2008 | 18:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Di tengah lonjakan harga beras dunia, daya beli petani padi Indonesia justru menurun. Hal ini terlihat dari nilai tukar petani pada Februari 2008 yang turun 0,27 persen, yaitu dari 108,67 pada Januari menjadi 108,38 pada Februari lalu.

Nilai tukar petani adalah salah satu alat untuk melihat indikator kemampuan daya beli petani. Semakin tinggi nilai tukar, semakin kuat kemampuan daya beli petani.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Rusman Heriawan, mengatakan penurunan itu akibat inflasi atau naiknya harga komoditas pangan seperti telur ayam, bawang merah, cabe, dan tomat.

Inflasi diperparah dengan turunnya harga gabah di tingkat petani pada April dibandingkan dengan Maret lalu, yaitu untuk kualitas Gabah Kering Giling (GKG) turun 1,63 persen dan Gabah Kering Panen (GKP) turun 0,5 persen.

"Pada periode 23-30 April lalau, yaitu setelah adanya Instruksi Presiden No. 1 tahun 2008 tentang Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), rata-rata harga GKG dan GKP di tingkat petani malah berada di bawah HPP," kata Rusman di Jakarta Jum'at (2/5). Rata-rata harga GKG di tingkat penggilingan adalah Rp 2.400 per kilogram.

Sementara jika berdasarkan HPP, harga GKG adalah seharusnya sebesar Rp 2.840 per kilogram. Demikian pula untuk harga rata-rata gabah kualitas GKP yaitu Rp 2.142 per kilogram di tingkat petani dan Rp 2.181 per kilogram di tingkat penggilingan. Sementara HPP baru untuk GKP adalah Rp 2.200 per kilogram di tingkat petani.

ARTI EKAWATI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kalla Minta Petani Menerima HPP Pemerintah
Bank Dunia: Pembatasan Ekspor Beras Thailand Akan Perburuk Krisis Pangan Global
Pedagang Ancang-Ancang Naikkan Harga Beras
Petani Minta Harga Beli Gabah Dinaikkan
Perkebunan Akan Disiapkan Menjadi Lahan Tanaman Pangan
Harga Beras Naik Akibat Aksi Borong
NTB Sumbang 1,65 Juta Ton Gabah Kering Giling
Kebutuhan Pokok Lebaran di Jakarta Aman
Harga Beras Miskin di Mentawai Melambung
Harga Kebutuhan Pokok Masih Tinggi
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122376 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data