Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Harga Gas Natuna Sudah Ekonomis
Jum'at, 02 Mei 2008 | 18:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Ari Sumarno mengatakan harga gas dari Blok Natuna D Alpha, Kepulauan Riau, saat ini sudah ekonomis. Sebab kenaikan harga minyak dunia mendongkrak harga komoditi energi lain, termasuk gas. Di sisi lain kebutuhan terus meningkat.

Sebelumnya ladang gas dengan cadangan 46 triliun kaki kubik itu sempat menganggur sekitar 20 tahun karena harga gas tidak ekonomis dibandingkan nilai investasinya. Apalagi gas di Natuna mengandung kadar karbondioksida cukup besar. Sehingga pengolahannya butuh teknologi dan biaya tinggi.

Nilai investasi di ladang gas itu sekitar US$ 52 miliar atau Rp 483 triliun. Pertamina butuh investasi US$ 13-15 miliar untuk memproduksi 1 miliar kaki kubik gas Natuna. Untuk menghasilkan 1 miliar kaki kubik harus mengolah 3 miliar kaki kubik. Gas Natuna bisa dijual melalui pipa atau dalam bentuk gas alam cair atau liquified natural gas (LNG).

PT Petronas Carigali, perusahaan negara migas asal Malaysia, hari ini telah menyatakan minatnya untuk menjadi rekan Pertamina dalam mengembangkan Natuna, dalam sebuah pertemuan tertutup dengan direksi Pertamina. Namun
Ari belum bisa memberi jawaban kepada Petronas. Sebab Pertamina belum membuat peraturan dan persyaratan untuk beauty contest.

Peraturan dan persyaratan untuk beauty contest tersebut dibahas bersama antara Pertamina dengan pemerintah. Tahapannya, Pertamina mempresentasikan terlebih dulu rencana pengembangan Natuna di depan Presiden. Setelah disetujui, baru membahas dan mengadakan beauty contest. Sampai saat ini, Pertamina belum mengajukan proposal pengelolaan Natuna kepada Presiden.

Nieke Indrietta

Dari Arsip Majalah TEMPO
Adu Tangguh untuk Siapa | 07 Maret 2005
Menikmati Gas Rasa Cemas | 31 Januari 2005
Tak Keberatan Berbagi Gas | 17 Januari 2005
Menghitung Ancaman Rusia | 10 Januari 2005
Bisnis Sepekan | 03 Januari 2005
Ketika Elpiji Tak Lagi Disubsidi | 27 Desember 2004
Bisnis Sepekan | 27 Desember 2004
Dilema Gas untuk Pupuk | 08 November 2004
Bisnis Sepekan | 08 November 2004
Formula di Belakang Nol Koma | 18 Oktober 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Irak Buka Tender Pengeboran Gas Alam
Jawa Timur dan Belanda Garap Proyek Gas
PLN Desak BP Tangguh Pasok Gas
Nigeria Tawarkan Gas Murah
Indonesia Minta Korea Revisi Harga LNG Tangguh
Pipanisasi Gas Kalimantan-Jawa Kemungkinan Batal
Pertamina Minati Gas Oman
Pertamina Ngotot Garap Pipanisasi Gresik
Elnusa Menangkan Tender Tiga Sumur Uji Coal Bed Methane
Purnomo Minta Jepang Investasi Lapangan Gas
> selengkapnya...

Website

PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122375 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data