Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Boediono Bisa Terganjal Kasus BLBI
Selasa, 01 April 2008 | 20:14 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR Dradjad Wibowo menilai persoalan hukum Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) akan menjadi ganjalan serius dalam pencalonan Boediono menjadi Gubernur BI. "Kalau benar Boediono, pesan saya terhadap Presiden semestinya persoalan ini harus dikaji dengan cermat," katanya.

Menurutnya, fakta-fakta hukum yang ada terkait dengan keterlibatan Boediono dalam kasus BLBI harus dijelaskan karena saat itu Boediono merupakan Direktur di BI yang turut serta menandatangani proposal BLBI. Menurut Dradjad, tiga orang pimpinan BI saat itu, yaitu Paul Sutopo, Hendro Boediyanto dan Almarhum Heru Soepraptomo semuanya menjadi tersangka karena tandatangan BLBI.

"Saya agak khawatir ada masalah hukum yang menggantung Pak Boediono akan menjadi beban di BI di masa depan," katanya. Walaupun secara politik, Dradjad menilai Boediono akan diterima di DPR.

Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan Max Moein juga menilai kasus tersebut akan menjadi ganjalan terbesar bagi Boediono. Apalagi, kata dia, Boediono diajukan menjadi calon tunggal. "Ini akan menuai resistensi di DPR," kata pilitisi dari PDI Perjuangan itu.

Angggota Komisi dari Partai Kebangkitan Bangsa Lalu Misbach Hidayat menilai calon tunggal akan mempersempit pilihan DPR. "Ini perlu dicermati karena bisa berpotensi menciptakan peta konflik baru," katanya. Walaupun, menurutnya, Boediono memang layak dicalonkan menjadi cagub BI.

Dradjad juga menyoroti dengan hengkangnya Boediono ke BI maka otoritas fiskal dan moneter akan dikuasai oleh ekonom yang menganut mahzab washington consensus. "Artinya kalau kedua sektor itu dikuasai ekonomi mainstream, saya mengkhawatirkan semakin timpangnya sektor keuangan dan sektor riil," katanya.

Gunanto E S


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120217 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data