|
Promosi Investasi Indonesia Masih Lemah
Selasa, 01 April 2008 | 19:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kamar Dagang Amerika Serikat (US Chamber) menilai pemerintah Indonesia masih lemah dalam melakukan promosi untuk kepentingan investasi. Lemahnya promosi membuat negara-negara tetangga seperti Thailand, Vietnam dan Malaysia terlihat lebih menarik sebagai negara tujuan investasi. "Mereka melakukan promosi yang sangat baik, menunjukkan sebagai negara yang layak untuk tujuan investasi langsung," kata Presiden Kamar Dagang Amerika Serikat untuk Indonesia, Joe C Bartlett, Selasa (1/4).
Dia mengatakan, selain promosi yang terus menerus, negara-negara yang berdekatan dengan Indonesia itu menjanjikan kepastian investasi dan fasilitas infrastruktur. Kamar Dagang Amerika adalah lembaga swasta yang memfasilitasi kepentingan investor Amerika di banyak negara.
Di tempat yang sama, Wakil Presiden Kamar Dagang Amerika Serikat Divisi Internasional Asia, Myron A. Briiliant mengungkapkan, tiga negara Asia, Thailand, Vietnam dan Malaysia merupakan kompetitor Indonesia untuk menarik investasi.
Menurut Myron, potensi pasar Indonesia lebih besar dibandingkan ke tiga negara ini. "Indonesia memiliki banyak jumlah penduduk yang menjadi potensi pasar yang besar," jelasnya. Keberhasilan Vietnam, kata dia, perlu dipelajari. "Negara ini maju dengan cepat, padahal sebelumnya jauh dibelakang negara Asia Tenggara lainnya.”
Dia mengatakan, hingga saat ini , kata Myron para investor Amerika akan terus mengakumulasi investasi di Indonesia. "Selain sektor energi, akan merambah ke sektor lain seperti asuransi," ujarnya.
Myron menilai dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar dan kebutuhan penciptaan tenaga kerja, pemerintah tak dapat mengandalkan pertumbuhan ekonomi pada level enam persen per tahun. "Itu bagus tapi tak cukup," katanya. Menurut dia, peran investasi swasta dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi negara.
Mengenai penurunan ekspor Indonesia ke Amerika, kata dia, dapat diatasi dengan meningkatkan agresifitas perdagangan. "Cari pasarnya lebih agresif," ujarnya.
YULIAWATI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|