Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pekerja Asing di Sektor Migas Terus Menurun
Rabu, 03 Agustus 2005 | 14:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di sektor migas setiap tahun mengalami penurunan. Dengan penurunan tersebut, terdapat potensi penghematan biaya sampai US$ 52 juta.

Menurut Deputi Umum Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (BP Migas) Bangun Usman Harahap, pada tahun ini ada pengurangan tenaga kerja asing pada kontraktor kontrak kerja sama (KKS). Usulan penggunaan tenaga kerja asing pada tahun ini sebanyak 983 orang, sedangkan persetujuan penggunaan tenaga kerja asing 833. Jadi ada selisih 150 orang. "Jika asumsi biaya tenaga kerja asing US$ 350.000 per orang per tahun, maka ada potensi penghematan US$ 52 juta."

Bangun menjelaskan, adanya kontrak kerja sama mengharuskan kontraktor menggunakan tenaga kerja asing dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas. Umumnya penggunaan tenaga asing dilakukan bila kemampuannya sangat diperlukan dan bidang spesialisasinya sulit ditemukan di Indonesia. “BP Migas melakukan kontrol ketat kepada para tenaga kerja asing agar penggunaannya terkendali,” katanya.

Sejak BP Migas berdiri 2002, realisasi rata-rata tenaga kerja asing 821 orang. Memasuki tahun ini realisasi rata-ratanya menurun hingga 764 orang.

Ketua Asosiasi Pemboran Minyak, Gas, dan Panas Bumi Indonesia (APMI) Bambang Suryohadi mengatakan, dalam sektor migas justru banyak tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia, terutama dari Cina. “Bahkan di satu pemboran di Irian Jaya, seluruh pegawainya orang Cina,” jelasnya. Menurutnya, tentu ini sangat berlawanan dengan keinginan pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja. Tenaga kerja asal Cina ini bukan hanya menempati posisi tinggi. Namun juga terdapat pada jajaran rendah pun. muhamad fasabeni

Dari Arsip Majalah TEMPO
Besar Pasak daripada Tiang | 28 Maret 2005
Memuntir Harga Minyak Impor | 21 Maret 2005
Memburu Emas Hitam | 14 Maret 2005
Adu Gertak di Ambalat | 14 Maret 2005
Bertaruh di Ambalat | 14 Maret 2005
Tersandung Tanker Sekongkol | 14 Maret 2005
Adu Tangguh untuk Siapa | 07 Maret 2005
Minyak | 07 Maret 2005
Kecil-kecil Jadi Rebutan | 21 Pebruari 2005
Bisnis Sepekan | 14 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Ladang/ pengeboran minyak lepas pantai Belida milik Conoco dengan sistem pipanisasi gas alam bawah laut dari Natuna Ke Singapura yang dikenal dengan West Natuna Transportation System/ WNTS [ Dok Natuna; 20010316 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010429-116 Pengeboran minyak di sumur Kayan I Cekungan Melawi Timur, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, 1986. [ TEMPO/Junaini KS; 12C/221/86; 20000705 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20000716-079
Pengeboran Minyak Lepas Pantai Natuna
Pengeboran Minyak
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kebocoran Distribusi BBM Sebesar 13,5 Persen
Menteri: Tuban Terbuka Untuk Investor
Pendapatan Migas Defisit
Menteri Energi Prediksikan Harga Minyak US$ 55-60 Hingga Akhir Tahun
Kesepakatan Cepu Diharapkan Tercapai Pekan Ini
Pemerintah Siap Operasi Pasar Pupuk
Pemerintah Utamakan Penggunaan Gas Dalam Negeri
Bagi Hasil Exxon di Bawah 15 Persen
Kesepakatan Transaksi Gas Domestik Diteken
DPR Tak Akui Tim Perunding Blok Cepu
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2005>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data