Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sofyan Wanandi : Hati-hati Bisnis dengan Cina
Sabtu, 30 Juli 2005 | 05:07 WIB

TEMPO Interaktif, Beijing:Pengusaha Sofyan Wanandi menyatakan, dalam pertemuannya dengan
pengusaha Indonesia Kamis malam lalu di Beijing, Presiden lebih banyak menjelaskan bagaimana sebaiknya pengusaha mengisi kemitraan strategis yang
telah dibangun pemerintah dengan Cina.

Dalam kaitan dengan Cina, pemerintah sangat ingin segala bentuk perjanjian dan kerja sama di atas kertas segera di jalankan. "Nah, ujung tombaknya, kan, pengusaha, jadi kami diminta memanfaatkan betul,"ujar Sofyan Wanandi sebelum mengikuti forum bisnis Kadin RI-Cina Jumat (29/7) pagi di China World Hotel, Beijing.

Menurut Sofyan, pengusaha Cina cukup fleksibel melihat kendala-kendala legalitas. "Tidak seperti negara Barat," katanya. Negara barat sebelum akan menanam
investasinya jika masalah legal tidak beres. Sedangkan "Cina mau saja jalan, dengan kondisi seperti sekarang,"kata Sofyan.

Namun, Sofyan mengingatkan agar proyek-proyek yang dikerjakan dengan perusahaan-perusahaan Cina itu dilakukan secara hati-hati. Sebab, perusahaan
Cina yang ikut mayoritas masih perusahaan negara, yang sangat tergantung dengan kebijakan pemerintah Cina dalam memandang Indonesia. Jika pemerintah Cina tak berkenan, maka bisa saja perusahaan negara itu diminta menyetop
pendanaan proyek di Indonesia. Karena itu, masalah politik kedua negara menjadi penting.

tonthowi


Dari Arsip Majalah TEMPO
Gerbang Timur yang Tertunda | 24 Januari 2005
Nasihat Soros untuk Jakarta  | 08 Desember 1998
Maaf, Masih Turun Mesin  | 10 November 1998
Perekonomian 2004: Merangkak di Tengah Gemuruh Politik | 27 Desember 2004
Kandang Sapi dan TV Berwarna | 20 Desember 2004
Texas van Jawa Timur  | 12 Juli 2004
Hambatan di Jalan Bebas Hambatan | 29 November 2004
Belajar dari Roosevelt | 29 November 2004
Jalan Panjang Berujung Bengkalai | 29 November 2004
Berguru pada Sejuta Begawan | 22 November 2004
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pembangunan Apartemen Rasuna Said, Kuningan, Jakarta tahun 1994 [Rully Kesuma / Dok. TEMPO; 22d/391/94; 2000/08/22]. Renovasi gedung Balai Sidang Jakarta, 1992. [TEMPO/ Rully Kesuma; 10D/195/1992; 20031128].
Renovasi Balai Sidang Jakarta
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tomi Winata Meraup Keuntungan Dari Kunjungan Presiden ke Cina
Diusulkan Tax Holiday Bagi Investor Pabrik Gula di Papua
DKI dan Banten Paling Banyak Serap Dana Masyarakat
Pertumbuhan 7,9 Persen Untuk Kurangi Pengangguran
ADB: Perbaikan Ekonomi Terhambat Iklim Investasi
IMF Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5 Persen Pertahun
Gubernur Senang, Rakyat Meradang
Proyek Mubazir di Muara Cituis
Aburizal Bakrie: Defisit Indonesia Terendah di Asia
Pasar Permanen Segera Dibangun di Nias dan Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Kepres RI No. 79 Thn.2003 Tentang Pembangunan Jembatan Surabaya - Madura
Kepres RI No. 34 Thn.2003 Tentang Kebijakan Nasional Di bidang Pertanahan

Website

Departemen Keuangan
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [7]


Berita Terakhir

Dukun Usep Dieksekusi Regu Tembak di Lebak
DPRD Cirebon Minta Kamar Hotel dan Mobil Baru
Festival Industri Kreatif 2008 Dibuka Hari ini di Bandung
Eksekusi Mati Sumiarsih Sesuai dengan Prosedur
Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data