Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pesawat Bouraq Tak Lagi Terbang
Jum'at, 29 Juli 2005 | 16:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Bouraq Airlines sejak 25 Juli lalu menghentikan penerbangannya. Satu-satunya pesawat yang masih terbang sebelumnya harus dirawat di hanggar, menyusul tujuh pesawat lainnya.

"Pesawat kami sedang mengalami sesi maintanance," kata Kepala Departemen Umum Bouraq Aris Yatno Utomo kepada Tempo, Jumat (29/7).

Diakuinya dari delapan armada Bouraq, enam di antaranya memang sudah melampaui 50 ribu jam terbang. Menurut ketentuan pemerintah, pesawat sudah harus memasuki masa perawatan.

Manajemen Bouraq, Aris mengaku, tidak siap dengan anggaran yang sangat tinggi untuk biaya perawatan armada. Regulasi tentang pembatasan masa terbang pesawat itu belum lama diterapkan pemerintah. "Sebagian sudah dikerjakan (perawatannya), tinggal bayarnya kami belum bisa," tutur Aris.

Masuknya sebagian besar armada Bouraq dalam sesi perawatan sejak awal tahun ini mengakibatkan menurunnya produksi dan berkurangnya kemampuan finansial perusahaan. Dampaknya pun berimbas ke para karyawannya yang berjumlah sekitar 700 orang.

Menurut Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Karyawan Bouraq Airlines (FKKBO) Hentje Ponggoh, sejak Maret atau lima bulan terakhir perusahaan menunggak gaji karyawan. Besar gaji karyawan yang belum dibayar Bouraq tersebut sekitar Rp 12,5 miliar.

Menurut Aris, untuk mengatasi kesulitan keuangan, perusahaan saat ini tengah berupaya mencari jalan keluar. Langkah yang ditempuh adalah bekerjasama dengan pihak ketiga (strategic partner), mencari investor baru serta menjual aset-aset perusahaan yang terdiri dari tanah dan kantor yang tidak digunakan.

Menteri Perhubungan Hatta Radjasa menyatakan bahwa berhentinya penerbangan suatu maskapai hal biasa dalam bisnis. "Sudahlah nggak usah dibesar-besarkan, nanti juga terbang lagi seperti Star Air," ujar Hatta. Khairunnisa


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Star Air Kembali Terbang
Merpati Butuh Dana Rp 2 Triliun
Ada Usulan Penghapusan Pajak Buat Avtur
Tarif Baru Pesawat Dimumkan Pekan Ini
Cathay Pacific Tambah Armada


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pastika Cuma Mengantar Keluarga
Isu Teroris Diduga Karena Persaingan Bisnis Wisata
Tujuh Anggota LPSK Diputuskan Lewat Voting
Buruh Khawatirkan Nasib Jam Lembur
Bupati Pasuruan Dilantik Pagi Ini

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data