Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

BNI Anggarkan Hapus Buku Rp 800 Miliar
Kamis, 28 Juli 2005 | 19:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Negara Indonesia Tbk mencatatkan kredit seret (non-performing loan/NPL) pada akhir semester tahun ini sebesar 12,98 persen, naik tajam dari posisi akhir 2004 sebesar 4,6 persen.

Kenaikan NPL sebesar 8,38 persen ini sebagian besar juga dipengaruhi oleh peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 7/2/2005 yang telah mendorong berkurangnya tingkat profitabilitas perusahaan.

Faktor PBI memberikan kontribusi sebesar 60,8 persen atau Rp 3,237 triliun terhadap kenaikan NPL BNI. Sisanya sebesar 39,2 persen atau Rp 2,088 triliun disebabkan oleh non-PBI.

BNI sendiri menargetkan dapat mencapai NPL di bawah 5 persen supaya bisa menjadi bank jangkar. Untuk itu Direktur BNI Bien Subiantoro mengatakan bahwa BNI akan melakukan restrukturisasi sebagai langkah prioritas.

Bien juga mengatakan bahwa BNI menganggarkan Rp 800 miliar untuk penghapusbukuan. Namun perusahaan mana saja yang akan dihapusbukukan, ia belum dapat merincinya.

"Yang pasti perusahaan yang sudah tidak berprospek lagi," ujar Bien saat paparan kinerja BNI semester I/2005 di Jakarta, Kanis (28/7).

fanny febiana

Dari Arsip Majalah TEMPO
Dibidik dari Segala Penjuru | 11 April 2005
Menunggu Opini Sebelum Sanksi | 11 April 2005
Terseret Pusaran Utang  | 29 Desember 1998
Menuntut si Kebal Hukum  | 22 Desember 1998
Bisnis Sepekan | 10 Januari 2005
Mahalnya Sebuah Pilihan  | 07 Juni 1999
Setelah Pengutang Kakap Dipajang  | 07 Juni 1999
Urus Diri Dululah  | 31 Mei 1999
Bank-Bank 'Nasional' Selayang Pandang  | 30 Maret 1999
Lancar Kendati Cuma Bunga  | 19 Juli 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

LBH BUMN Tuntut Kejagung Tuntaskan Kasus Kredit Macet
Kejaksaan Agung Sita Aset Neloe
Tersangka PT Artha Bhama Textindo Sudah di Tangan Jampidsus
Kajati SuMut : Tak Ada Tahanan Luar Buat Tersangka Korupsi
Jaksa Agung Keluhkan Opini Kasus Mandiri
Andung Minta Perbankan Tidak Kelewat Prudent
Kejaksaan Agung Bantah Penyidikan Kasus Mandiri Mandeg
Surya Paloh Bantah Keterlibatan Metro TV
Prabowo Mengaku Ingin Selamatkan Kiani Kertas
Kejagung Periksa Prabowo Subianto
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Dipasena
Kasus-kasus Korupsi di Indonesia
Program-program Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh Memberantas KKN
ICW : Buka Kembali Kasus Korupsi yang Di SP3
> selengkapnya...

Website

Departemen Keuangan
Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Kovalainen tercepat
Tersangka Teroris Asal Singapura Tak Bisa Dideportasi
Todung Mulya Lubis Pesta Ulang Tahun Ke-59
Tak Ada Minyak Mentah Di Antapani
Walikota Cirebon Tolak Cairkan Gaji ke 13

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data