Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Waduk Jatigede Dibiayai Pinjaman dari Cina
Kamis, 28 Juli 2005 | 16:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pembangunan Waduk Jatigede, Jawa Barat, akan menggunakan dana pinjaman dari Cina sekitar US$ 200 juta lebih atau berkisar Rp 2 triliun.

“Presiden saat ini ke sana (Cina) untuk mengusulkan pinjaman (tersebut),” kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Kamis (28/7), usai acara pengukuhan ahli peneliti utama di bidang perumahan.

Menurut Djoko, bila usulan pinjaman ini disetujui dan agreement-nya segera ditandatangani Menteri Keungan, maka tahun depan pinjaman diharapkan sudah bisa cair. Bunga yang harus dibayar Indonesia lebih rendah dari bunga pasar atau bunga pinjaman World Bank.

Dengan pinjaman dari Cina ini bukan berarti para pekerja pembangunan Waduk Jatigede nanti juga akan berasal dari Cina seluruhnya. “Makanya pagi-pagi saya sudah bilang untuk waduk jati ini persyaratan utamanya harus dikerjakan oleh pemborong Indonesia, tidak boleh semua orang Cina,” tandasnya.

Pihaknya, kata Djoko, sudah belajar dari pengalaman pembangunan Jembatan Suromadu. Pembangunan jembatan yang sebagian dananya juga berasal dari dana pinjaman China ini ternyata didominasi warga negara Cina.

Pinjaman dari Cina ini, kata Djoko, diputuskan Menko Perekonomian untuk dialokasikan pada tiga sektor, yaitu pengembangan energi, pembangunan double track kereta api serta pembangunan Waduk Jatigede. Sebelumnya usulan pinjaman ke Cina sangat beragam jenisnya, namun Pemerintah Cina meminta untuk dibatasi.

Khairunnisa

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bisnis Sepekan | 28 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 14 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 14 Pebruari 2005
Manajemen dan Diplomasi Utang | 24 Januari 2005
Dana Moratorium Diragukan | 24 Januari 2005
Barter Utang dengan Konservasi  | 08 Desember 1998
Tambah Miskin, Tambah Utang  | 01 Desember 1998
Mulai Dulu dari yang Ada | 17 Januari 2005
Belajar dari Meksiko | 17 Januari 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Polisi berjaga-jaga saat protes anti IMF dengan poster bertuliskan CGI = rentenir CGI=  interest of creditor, soft loan no debt relief yes dll di depan gedung tempat pertemuan CGI, Jakarta, 23 April 2001 [Koran TEMPO/ Amatoel Rayyani; K1A/283/2001; 2001 Protes anti IMF dengan poster bertuliskan tolak hutang baru hapus hutang lama, hentikan hutang baru kita akan lebih baik dll di depan gedung tempat pertemuan CGI, Jakarta, 23 April 2001 [Koran TEMPO/ Amatoel Rayyani; K1A/283/2001; 20010519].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pertukaran Utang Batal
Pertukaran Utang dengan Bus Terancam Batal
Penangguhan Hutang AS, Berdampak pada Hibah
AS Setuju Indonesia Tunda Bayar Utang
Beban Bunga Utang Indonesia Cuma 1,3 persen.
Pengadaan 1.000 Bus dari Inggris Terancam Batal
Neraca Pembayaran Indonesia 2005 Meningkat
Pemerintah Tunggu Penjelasan Resmi Paris Club Soal Moratorium
Pemerintah akan Terima Moratorium US$ 2,6 Miliar
Paris Club Tunda Cicilan Utang Indonesia Satu Tahun
> selengkapnya...


Referensi

Utang Makin Menumpuk, CGI Jalan Terus
Keppres RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Badan Restrukturisasi Utang Luar Negeri Perusahaan Indonesia ( Indonesian Debt Restructuring Agency )

Website

Departemen Keuangan
Bank Indonesia
Moody's Investors Service
Standard & Poor's
International Monetary Fund
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Obama Telah Menang di Internet
Jabatan Sultan dan Kepala Daerah Dipisah
Promosi Film Drupadi Menuai Protes
Juku Eja Optimis Pecahkan Mitos
Kalla: Bentrok Salemba Soal Tanah dan Pagar

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data