|
Kerugian Memakai Timbal Dua Kali Lipat dari Ongkosnya
Kamis, 28 Juli 2005 | 15:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Penelitian Lembaga Pengembangan dan Riset Minyak dan Gas menemukan kerugian pencemaran polusi timbal bisa dua kali lipat dibanding biaya yang harus dikeluarkan untuk menguranginya.
"Menghilangkan timbal hanya butuh dana Rp 120-150 per liter bensin," kata Kusuma Wiryawan di Jakarta, Kamis (28/7).
Menurut Wiryawan, bahaya polusi timbal jauh lebih bahaya terhadap manusia. Kandungan ini bisa mengurangi kualitas intelejensia (IQ) dan bisa mengendap dalam darah.
Kadar timbal yang masih bisa diteloleir, kata Kusuma, paling tinggi 0,03 gram per liter. Sejauh ini baru pertamax dan pertamax plus yang tak mengandung timbal. Dua jenis bahan bakar ini tak lagi disubsidi pemerintah dan harganya mengikuti fluktuasi pasar.
Lembaga Riset Migas, kata Kusuma, kini sedang mengembangkan biodisel untuk mengurangi kadar polusi. Biodisel ini bisa dibuat dari minyak nabati seperti minyak kelapa, minyak sawit, minyak kapuk, dan minyak jarak. "Tapi ini hanya untuk kendaraan yang memakai solar," kata dia.
Kusuma meminta pemerintah segera mengalihkan penggunaan bahan bakar tanpa timbal. Baru Denpasar, Jakarta dan Batam yang sudah menggunakan bensin tanpa timbal. Di negara lain pun kini sudah cenderung mengubah bahan bakarnya ke non timbal.
Kepala Bidang Sektoral Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Kukuh Kumara menjelaskan industri sebenarnya sudah siap memakai bensin tanpa timbal. Mobil yang diproduksi sejak awal 2005 sudah harus memakai bensin jenis ini.
Sedangkan kendaraan yang diproduksi sebelum tahun ini diberi waktu hingga 2007 untuk mengalihkan jenis bahan bakarnya. "Kami sadar tak bisa memakai jenis bensin yang berbeda dengan negara lain," katanya.
Muhamad Fasabeni
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|