|
Warga Palu Mulai Enggan Makan Ayam
Rabu, 27 Juli 2005 | 16:32 WIB
TEMPO Interaktif, PALU: Warga palu mulai enggan makan ayam akibat mengkangkitnya flu burung. Setidaknya itu terlihat dari volume penjualan ayam potong yang turun di tiga pasar tradisonal yang ada di kota Palu, Sulawesi Tengah.
Menurut Sekretataris II Asosiasi Peternak Palu Kahar dalam dua minggu ini daging ayam dan telur tak laku. "Padahal di sini belum ada unggas yagn terkena virus flu burung," kata dia, Rabu (27/7).
Pasokan ayam juga turun. Dalam situasi normal, para peternak biasanya memasok 7.000 ekor ayam ke tiga pasar tradisional. Hari-hari ini jumlah pasokan menyusut hingga tinggal 4.000 ekor saja.
Keuntungan yang diperoleh Kahar juga turun. Dalam sehari biasanya ia mendapat untung Rp 300 ribu. Kini untung itu tinggal Rp 100 ribu sehari. Sementara untuk telur, Kahar menjelaskan, jumlah pasokan turun dari 18 rak menjadi 15 rak sehari dengan harga per butir Rp 500.
Kahar meminta pemerintah kota segera mengambil tindakan. Kepala Dinas Peternakan dan Kehutanan Kota Palu Zainal Arifin menyambutnya dengan berencana mengkampanyekan makan daging ayam. Meski unggas di Palu, ia memastikan, belum satupun ada yang terjangkit virus avian influenza.
darlis muhamad
INDEKS BERITA LAINNYA :
|