Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

YLKI Persoalkan Kenaikan Tarif Tol 15 Persen Mulai Agustus
Rabu, 27 Juli 2005 | 05:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kenaikkan tarif tol sebesar 15 persen mulai Agustus belum sesuai dengan keuntungan yang diperoleh konsumen. Sebab, beberapa ruas tol, terutama dalam kota, kondisinya over load (terlalu padat) sehingga tetap macet.

“Kenaikkan tarif tol dalam kota dengan arus kendaraan yang sangat padat seperti itu patut dipertanyakan,” kata Sudaryatmo kepada Tempo, Selasa (26/7).

Di sisi lain, ia melihat bahwa kenaikkan tarif tol dilakukan pemerintah untuk menutupi biaya operasional yang tidak diperoleh dari dana pengguna jalan. Sudaryatmo mencontohkan ruas Tanggerang – Merak. Volume kendaraan pada ruas tol ini lebih rendah dari estimasi awal sehingga biaya operasional tidak tertutupi dari pungutan tarif.

“Tidak fair kalau untuk menutupi kekurangan itu dibebankan ke konsumen dengan menaikkan tarif, seharusnya pemerintah bisa memberikan garansi kepada investor seperti mem-back-up pendanaan,” ujarnya.

Pemerintah juga dinilai tidak memiliki pedoman indikator kenaikkan tarif tol yang bisa memenuhi kepentingan investor dan konsumen. Di Malaysia, jelas Sudaryatmo, indikator kenaikkan tarif tol didasari pada consument price indep. “Inflasi sudah termasuk di dalamnya (consument price index),” tuturnya.

Sudaryatmo mengakui memang Undang-undang Nomor 38 tahun 2004 tentang jalan mengatakan bahwa tarif tol dalam dua tahun harus disesuaikan. Namun, disesuaikan tidak berarti dinaikkan.

Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Hengki Hermawan menyambut baik kenaikkan tarif yang dimulai bulan depan. “Kenaikkan sebesar 15 persen sudah sesuai dengan permintaan kami,” katanya. Khairunnisa

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bukti, Bukan Hanya Berita | 24 Januari 2005
Kakapnya Tak ke Pengadilan  | 31 Mei 1999
Hambatan di Jalan Bebas Hambatan | 29 November 2004
Jalan Panjang Berujung Bengkalai | 29 November 2004
Memacu Ambisi Bebas Hambatan | 29 November 2004
Surat Pembaca | 22 September 2003
Aturan Baru Jalan Tol | 27 September 2004
Tarif Naik, Macet Tetap  | 16 Juni 2003
Tarif Tol Naik  | 05 Januari 2004
Ancaman Pengelola Jalan Tol  | 10 Maret 2003
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pembangunan jalan tol yang terbengkalai di Kampung Rambutan, Jakarta, 2001 [Koran TEMPO/ Bodi CH; K1A/207/2001; 20010503]. Suasana aksi protes pijar membebaskan jalan tol dengan poster bertuliskan  bayar tol sama dengan memperkaya cendana, bis ppd di jl. Gatot Subroto, Jakarta [Bodi Chandra/ DR; 2000/05/22].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah DKI Minta Kelola Enam Ruas Jalan Tol
Tarif Jalan Tol Naik Mulai Agustus
Tarif Jalan Tol Naik Agustus
Tol Antasari Tembus Sampai Bogor
HM Sampoerna Minati Tol Trans Java 700 Km
Presiden Resmikan Tol Cipularang dan Pasupati
Tarif Tol Ulujami Mulai Diberlakukan
Perempuan Memanjat Tiang Lampu Tol, Lalulintas Tersendat
Tol Jakarta-Cikampek Semakin Sering Macet
13 Ruas Tol Akan Ditenderkan Akhir Juni
> selengkapnya...


Referensi

UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan

Website

PT Jasa Marga


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Empat Korban Minuman Keras Masih dirawat, Tiga lainnya Tewas
Menteri Keuangan Kembali Bekukan Izin Kantor Akuntan Publik
Langit Jakarta Cerah Berawan
Lalu Lintas Jalan Protokol dan Tol di Jakarta Lancar
Lukman Edy Pesimistis Islah dengan Gus Dur Terwujud

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data