|
BUMN Akan Diciutkan Menjadi 70 Perusahaan
Selasa, 26 Juli 2005 | 19:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara BUMN Sugiharto menyatakan akan menciutkan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari 158 menjadi 70 BUMN saja. "Untuk memecahkan permasalahan badan-badan usaha milik negara, jumlahnya harus dikurangi,"kata Sugiharto.
Menurut Sugiharto ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain operate sale (penjualan), strategic sale (dijual kepada investor strategis), initial public offering (penawaran saham perdana), dan merger baik secara vertikal maupun horizontal. "Kami canangkan akan dimulai pada akhir 2005,"kata Sugiharto dalam diskusi di Hotel Atlet, Jakarta, Selasa (26/7).
Dari seluruh BUMN dapat digolongkan menjadi tiga kelompok ; Pertama, yang menguasai hajat hidup orang banyak. "Ini harus dipertahankan,"katanya. Kedua, yang secara keuntungan tidak menarik tapi wajib karena ada unsur pelayanan publik. "Seperti PELNI, Kereta Api, dan Penerbangan Perintis,"kata Sugiharto. Kelompok ketiga, sektor-sektor yang sudah dilakukan swasta, sehingga tidak lagi strategis untuk dlakukan oleh negara. "Ini yang paling banyak akan dirasionalisasi dalam 3 sampai 4 tahun mendatang. Sehingga total menjadi 70 sampai 80 BUMN,"ujar Sugiharto.
Rasionalisasi tersebut tidak bisa dilakukan dengan cepat. "Perlu ada dialog dengan sesama menteri-menteri teknis,"kata Sugiharto. Rasionalisasi itu bertujuan untuk meningkatkan sinergi sesama BUMN sehingga terjadi efisiensi biaya operasionl.
Menurut Sugiharto, semua program terhadap BUMN dilakukan berdasarkan proses uji tuntas yang mendalam. Seperti dari sudut regulasi, kepentingan publik, keuangan, pajak, hukum, operasi, dan juga budaya. "Ada orang daerah yang tidak suka perusahaannya digabung. Itu semua di faktor dalam pembuatan keputusan,"katanya.
Jumlah BUMN saat ini, menurut Sugiharto, sudah tinggal 145. Karena sebanyak 13 perusahaan jawatan (perjan) rumah sakit sudah menjadi Badan Layanan Umum. "Itu berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan dan Presiden," katnya. Dari jumlah itu, 131 berbentuk persero dan 14 lainnya berbentuk Perusahaan umum.
Salah satu cara lain dalam memecahkan masalah moneter, cukup dengan memperhatikan BUMN yang memiliki aset diatas Rp 50 triliun. BUMN itu antara lain; BRI Rp 95 triliun, Bank Mandiri Rp 240 triliun, BNI Rp 136 triliun, Pertamina Rp 187 triliun, PLN Rp 212 triliun, dan Telkom Rp 56 triliun. "Memecahkan masalah BUMN, kalau fokus pada top BUMN yang di atas Rp 50 triliun, secara moneter terselesaikan. Tapi tidak secara keseluruhan,"katanya.
Tito Sianipar
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
| Kantor PT Petrokimia Gresik
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|