|
Subsidi Diganti Uang Baru Bisa Dilaksanakan Tahun 2006
Selasa, 26 Juli 2005 | 12:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Badan Pengkajian Ekonomi Keuangan dan Kerjasama Internasional (Bapekki) Anggito Abimanyu menyatakan pergantian pemberian subsidi BBM dari bentuk produk menjadi subsidi langsung kepada masyarakat miskin diperkirakan dilaksanakan pada 2006. "Memang sudah ada arah kesana (pergantian pola subsidi), itu memang yang lebih baik. Tapi waktunya masih belum tahu,"kata Anggito di DPR RI Jakarta, Selasa (26/7).
Karena pemerintah masih menunggu hasil survei dari Badan Pusat Statistik (BPS) guna memperoleh data yang akurat mengenai penduduk miskin. Perubahan pola subsidi tersebut, menurut Anggito, akan dilakukan secara bertahap, guna menghindari terjadinya resiko salah sasaran. "Akan bertahap dulu, mungkin uji coba dulu mengubah subsidi yang paling aman dulu,"katanya.
Anggito mengaku belum mengetahui rencana pemerintah, seperti yang dinyatakan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, pemberian subsidi BBM yang akan diganti dengan uang sebesar Rp. 2 juta per bulan untuk keluarga miskin. "Saya belum tahu,"ujarnya.
Anggito menyatakan jika dalam pemberian subsidi tersebut telah ada pola tersendiri. "Mungkin dia (menko) menghitung dari jumlah orang miskin dikalikan dengan berapa dia bisa hidup. Memang sudah ada polanya,"katanya.
Perubahan pola subsidi tersebut, menurut Anggito, jauh lebih baik dibanding dengan pola yang ada saat ini. Meski pemberian tunai tersebut akan memiliki resiko yang cukup signifikan. "Subsidi itu memang bantuknya bisa natura dan bentuk tunai. Tunai memang ada resiko, makanya tahapannya akan kami atur,"ujarnya.
Suryani Ika Sari
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|