|
Kebocoran Distribusi BBM Sebesar 13,5 Persen
Senin, 25 Juli 2005 | 19:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Para ekonom dalam Tim Indonesia Bangkit menghitung kebocoran distribusi bahan bakar minyak oleh PT Pertamina (Persero) sebesar 13,5 persen.
Angka ini diperoleh dari perbandingan jumlah pasokan minyak sebesar 60,6 juta kiloliter sementara yang dikonsumsi masyarakat hanya 52,4 juta kiloliter dalam neraca energi tahun 2003. "Artinya ada 8,2 juta kiloliter atau 13,5 persen yang hilang dalam proses distribusi," kata Hendri Saparini dalam diskusi kenaikan harga minyak di Jakarta, Senin (25/7).
Akibat kebocoran ini, negara berpotensi rugi Rp 35 triliun setahun. Sehingga, kata Hendri, sesungguhnya pemerintah tak perlu terbebani oleh melonjaknya subsidi bahan bakar setiap kali harga minyak dunia naik jika kebocoran ini bisa ditekan. "Dan tak perlu menaikan harga di tingkat konsumen," kata dia.
Juru bicara Pertamina Adiatma Sardjito membantah perhitungan Hendri ini. Jumlah kebocoran itu, kata Adiatma, terlampau besar. "Itu sama dengan kebutuhan PLN selama setahun," kata dia. Menurutnya, sisa minyak yang tercecer dalam proses disribusi bisa ditelusuri.
Adiatma menjelaskan proses distribusi minyak mendapat pengawasan yang ketat dari kilang hingga sampai di pom bensi. Setiap minyak yang keluar, sampai masuk kapal, hingga mobil yang mengkut ke pom bensin akan dihitung dengan teliti.
Muhamad Fasabeni
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Ladang/ pengeboran minyak lepas pantai Belida milik Conoco dengan sistem pipanisasi gas alam bawah laut dari Natuna Ke Singapura yang dikenal dengan West Natuna Transportation System/ WNTS [ Dok Natuna; 20010316 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010429-116](/hg/photostock/2005/04/04/s_natuna51_high_thumb.jpg) |
![Pengeboran minyak di sumur Kayan I Cekungan Melawi Timur, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, 1986. [ TEMPO/Junaini KS; 12C/221/86; 20000705 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20000716-079](/hg/photostock/2005/03/25/s_Minyak40_high_thumb.jpg) |
| Pengeboran Minyak Lepas Pantai Natuna
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|