|
Revaluasi Yuan Tak Berpengaruh
Senin, 25 Juli 2005 | 19:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menilai revaluasi mata uang Cina, Yuan, sebesar 2,1 persen terhadap dolar Amerika Serikat tak berdampak pada nilai ekspor Indonesia.
Meski begitu, kata Mari, dalam jangka pendek revaluasi itu berpengaruh positif. Persaiangan ekspor, kata dia, tak hanya ditentukan oleh revaluasi mata uang sebuah negara. "Faktornya banyak," kata dia.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri MS Hidayat juga mengatakan revaulasi Yuan bahkan tak berpengaruh terhadap daya saing produk Indonesia. "Percaya deh," kata dia, "orang lapangan lebih tahu."
Sesungguhnya, kata Hidayat, pasar internasional berharap revaluasi bisa sampai 10 persen. Secara makro, pengaruh revaluasi bisa terasa jika lebih dari lima persen. "Mungkin pemerintah Cina akan merevaluasi mata uangnya secara bertahap," kata dia.
Cina, Hidayat melanjutkan, bisa menjadi negara terdepan ekonominya karena ditunjang oleh iklim yang mendukung usaha termasuk fasilitas bisnis yang lengkap. "Strategi ekonomi Cina terencana dengan baik," ujarnya.
Riska Handayani | Thoso Priharnowo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|