Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonom : Kenaikan Harga BBM Pilihan Akhir
Senin, 25 Juli 2005 | 14:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Para ekonom yang tergabung dalam Tim Indonesia Bangkit meminta pemerintah tak menaikan harga bahan bakar minyak dalam negeri untuk menekan subsidi. "Banyak cara yang bisa ditempuh menyiasati kenaikan harga minyak dunia," kata Hendri Saparini dalam diskusi soal kenaikan harga BBM di Jakarta, Senin (25/7).

Menurut Hendri, untuk meringankan beban lonjakan subsidi itu, pemerintah bisa membagi bebannya dengan pemerintah daerah lewat pengurangan proporsi bagi hasil minyak dan gas. Kenaikan harga minyak dunia, kata Hendri, tak dinikmati pemerintah pusat dengan lonjakan penerimaan karena mengecil setelah dibagi dengan daerah penghasil.

Efiesiensi Pertamina, peningkatan pajak dan menegosiasikan ulang utang luar negeri merupakan cara lain yang disebut Hendri bisa menambal kekurangan penerimaan negara untuk mengurangi beban subsidi.

Efisiensi Pertamina, menurutnya, bisa dilakukan dengan pembelian minyak impor tanpa melalui perantara (broker). Keberadaan broker membuat pembelian minyak dilakukan secara tunai, selain memanjangkan proses transaksi. Jika Pertamina bisa berhubungan langsung dengan pemasok minyak mentah, kata Hendri, Pertamina bisa memperoleh kelonggaran waktu pembayaran minimal tiga bulan.

"Sehingga menaikan harga bahan bakar minyak bisa menjadi pilihan akhir," kata Hendri. Reformasi tata niaga minyak, menurut Hendri, yang perlu ditinjau ulang agar anggaran negara tak tersedot tiap kali harga minyak dunia naik.

Dradjad Wibowo, ekonom lainnya, menilai dari sisi peraturan alokasi bagi hasil migas ke daerah bisa dikurangi setelah dipotong untuk subsidi. Sehingga beban subsidi itu tidak terganggu karena pemerintah punya tambahan penerimaan migas akibat harga minyak di pasar dunia yang tinggi.

Pilihan menaikan harga di dalam negeri, kata Dradjad, banyak menimbulkan kerugian. Ia mengambil contoh, jika harga dinaikan 10 persen saja, banyak industri tekstil dan sepatu yang gulung tikar. Akibatnya 600 ribu sampai 1 juta tenaga kerja terancam menganggur.

Kenaikan harga minyak dunia menyebabkan jumlah subsidi melonjak. Tahun ini diasumsikan subsidi mencapai Rp 76,5 triliun. Belakangan, setelah harga minyak terus naik hingga di atas US$ 60 per barel, jumlah subsidi diperkirakan mencapai Rp 120 triliun.

Muhamad Fasabeni

Dari Arsip Majalah TEMPO
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 04 April 2005
Berbelok di Tikungan Akhir | 28 Maret 2005
DPR Tidak Serius | 28 Maret 2005
Minyak Panas di Gedung Parlemen | 21 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Kaum Miskin Ketinggalan | 21 Maret 2005
Tidak Akan Transparan | 14 Maret 2005
Bak Kembali ke Perut Bumi | 14 Maret 2005
Tergagap di Tingkat Lokal | 14 Maret 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan  harga BBM dengan poster bertuliskan  BBM naik, harga-harga melambung, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425]. Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan harga BBM dengan spanduk bertuliskan  Tolak kenaikan BBM, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Bilang Sekolah Gratis, Kenyataan Lain di Lapangan
Menteri: Pola Subsidi BBM Memberatkan Fiskal
Persatuan Insinyur Minta Subsidi BBM Diturunkan
Menteri: Upaya Ekstra Untuk Menutup Subsidi BBM
Defisit Akibat Subsidi BBM Rp 39,8 Triliun
Pemerintah Akan Bayar Utang Rp 10 Triliun ke Pertamina
Dana Subsidi BBM Sudah Cair
Rp 90 Triliun Buat Subsidi BBM
Keuangan PT.Pertamina Dibenahi
Dana Cadangan Bisa Untuk Mensubsidi Pertamina
> selengkapnya...


Website

PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Kovalainen tercepat
Tersangka Teroris Asal Singapura Tak Bisa Dideportasi
Todung Mulya Lubis Pesta Ulang Tahun Ke-59
Tak Ada Minyak Mentah Di Antapani
Walikota Cirebon Tolak Cairkan Gaji ke 13

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data