|
Revaluasi Yuan Berdampak Positif Bagi Indonesia
Sabtu, 23 Juli 2005 | 20:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, kebijakan pemerintah Cina merevaluasi mata uangnya, yuan, memberi dampak positif terhadap produk-produk ekspor Indonesia.
Pasalnya, menurut mantan Kedua Kadin bidang Perdagangan Internasional Soy Martua Pardede, dengan revaluasi itu akan mengakibatkan produk Cina di pasar internasional menjadi lebih mahal.
"Ini berdampak positif karena saingan utama Indonesia adalah Cina, baik untuk pasar ekspor maupun pasar dalam negeri," kata Soy, yang kini menjadi anggota Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, kepada Tempo Sabtu (23/7).
Dia menambahkan, dengan revaluasi itu produk buatan Cina akan menjadi lebih mahal sehingga dari segi harga, Indonesia bisa lebih kompetitif (bersaing) dan lebih meningkatkan daya saing. Begitu pula untuk pasar dalam negeri, harga produk Cina yang membanjiri pasar lokal juga akan naik sehingga barang-barang buatan sendiri jadi tak kalah bersaing.
Soy menambahkan, komoditas ekspor yang paling diuntungkan dengan kebijakan itu adalah barang-barang industri manufaktur seperti tekstil, elektronik, dan industri padat karya lainnya yang banyak menyerap tenaga kerja.
Pemerintah Cina pada Kamis (21/7) memutuskan untuk merevaluasi mata uang yuan sebesar 2,1 persen dari 8,3 menjadi 8,11 per dolar Amerika.
Riska S Handayani - Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|