|
EHA Centre Desak Percepatan Pilkada di Aceh
Sabtu, 23 Juli 2005 | 18:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah didesak untuk segera menyelenggarakan pemilihan kepala daerah di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tujuannya agar terbentuk pemerintahan daerah yang bersih dan kuat untuk mendukung penanganan Aceh pasca bencana saat ini.
EHA Centre - lembaga swadaya masyarakat untuk masalah Aceh - dalam jumpa pers di Cafe Venesia, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (23/7), melontarkan desakan tersebut untuk menangkis isu penundaan pilkada di Aceh. "Penundaan pilkada ditiupkan status quo di Aceh," ujar Direktur eksekutif EHA Centre, Saroeman Ary.
Menurutnya, pemerintahan yang ada sekarang, di bawah pelaksana harian gubernur Azwar Abu Bakar, terbukti tidak dapat menyelesaikan persoalan yang ada. "Sistem pengawasan tidak jalan,"ujar Ary yang mengaku pernah 15 tahun bekerja dalam pemerintahan daerah Aceh.
Kelemahan pemerintahan Aceh sekarang, beberapa pejabat bupati yang telah bekerja keras mengelola dana bantuan bencana dicopot tanpa pertimbangan jelas, dan diganti pejabat baru yang belum pernah bersentuhan dengan penanganan bencana.
Ary merasa sangat yakin dengan sistem pemilihan langsung yang digunakan saat ini, pilkada akan menghasilkan pemerintahan yang diharapkan. "Namun tetap dibutuhkan pemantauan,"katanya. Untuk ini dia berjanji, apabila pilkada diselenggarakan, akan membentuk tim pemantau dengan posko di Aceh.
Apabila desakan percepatan pilkada tersebut tidak dipenuhi, Ary mengancam akan melakukan aksi massa di Aceh dan di Jakarta. "Ada 52 lembaga swadaya masyarakat yang mendukung kami,"katanya.
Harun Mahbub
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|