Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

LPEM UI : Laporan Final Tak Banyak Berubah
Sabtu, 23 Juli 2005 | 15:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Peneliti LPEM UI Chatib Basri mengatakan finalisasi laporan tentang survey terhadap customes clearance Direktorat Jenderal (Ditjend) Bea Cukai akan dilakukan Agustus 2005. "Agustus nanti kami finalisasi. Kami masih menunggu CGI,"kata Chatib.

Dalam finalisasi laporan tersebut, menurut Chatib tidak terjadi pembahasan ulang mengenai indikasi pungli yang ada di Direktorat Jenderal (Ditjend) Bea Cukai. "Nggak ada pembahasan ulang. Yang ada adalah, kalau ada yang keberatan akan kami masukkan dalam box. Tapi hasil survey kami tetap seperti itu,"katanya. Termasuk masukan dari Bea Cukai.

Hasil survey LPEM UI yang bekerjasama dengan Bank Dunia dan pemerintah Belanda terhadap 600 perusahaan kecil dan besar, ditemukan adanya pungli di Direktorat Jenderal Bea Cukai yang mencapai 2,3 persen dari total nilai impor. Atau sekitar US$ 800 juta atau Rp. 7 triliun. Survey tersebut dilakukan di lima kota besar ; Medan, Jabotabek, Semarang, Surabaya dan Makasar pada periode April hingga awal Juni 2005.

Menurut Dirjen Bea Cukai Departemen Keuangan Eddy Abdurrachman mengatakan bahwa survey yang dilakukan LPEM UI masih belum final. Dalam survey tersebut, masih perlu banyak hal yang perlu diperdalam. "Banyak yang perlu diperdalam. Apakah importir sebagai responden mengurus sendiri bea cukai (tidak melalui perantara) dan titik mana yang dinyatakan ada pungli,"kata Eddy. Jadi, menurut Eddy, laporan tersebut masih belum final.

Chatib mengakui jika laporan yang disampaikan tersebut memang belum final. "Pre eliminary betul, kan, itu pre eliminary finding. Tapi untuk final tidak ada yang berubah angkanya termasuk 2,3 persen itu,"kata Chatib. Dede juga membantah jika terdapat kesalahan dalam laporan tersebut.

Suryani Ika Sari



Dari Arsip Majalah TEMPO
Bisnis Sepekan | 14 Maret 2005
Tak Lagi "Jeruk Makan Jeruk" | 31 Januari 2005
Gula Ilegal, Dokumen Aspal  | 05 Juli 2004
Direktur Jenderal Bea Cukai, Eddy Abdurrahman: "Tata Niaga Gula Amat Menyulitkan Bea Cukai" | 21 Juni 2004
Giat Mencegat Mobil Bodong  | 07 Juni 2004
Sodokan yang Bikin Waswas  | 24 Mei 2004
Sengsara Rakyat karena Gula  | 21 April 2003
Kasus Paul Handoko: Mengadili  | 11 November 1978
Bagai Jala Terentang Tanpa Ujung | 12 Agustus 1978
Serbuk Makanan Ayam Di Tanjung ... | 22 Juli 1978
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Kepala Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Jusuf Indarto (paling kiri) menyerahkan barang bukti berupa kokain seberat 10,6 kg kepada Kanit (Kepala Unit) I Dit. IV. TP Narkoba Bareskrim Polri Yotmende (tengah) untuk penyelidikan lebih lanjut, di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Soekarno-Hatta, Rabu 1 Oktober 2003. Kokain senilai 19,08 milyar tersebut masuk melalui Terminal D kedatangan luar negeri dengan pesawat SQ-164 Singapura-Jakarta. [TEMPO/Tommy Satria; K19A/080/2003; 20031212].
Penyerahan Barang Bukti Kokain

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bea Cukai Akui Ada Pungli
Survei: Pungli Pajak dan Bea Cukai Rp 7 Triliun
Aparat Kelurahan Lakukan Pengutan Liar
Pelindo Akui Ada Pungutan Liar di Pelabuhan
Sejumlah SD Masih Lakukan Pungutan Liar
Pungli Angkutan Darat Tiap Tahun Rp 11 Triliun
DPRD Bekasi Kecam Pungutan Siluman di Kelurahan
Sekolah di Bekasi Curi Start Terima Siswa Baru
Ribuan Ton Bantuan Numpuk di Belawan
Bulan Ini Limbah B3 Direekspor ke Belanda
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 82 Tahun 2000 Tentang Karantina Hewan

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Panwas Protes KPU Jawa Timur
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden
Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data