Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

17,2 Juta Keluarga Indonesia Tinggal di Perumahan Kumuh
Kamis, 21 Juli 2005 | 17:51 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asy'ari menyatakan, areal pemukiman kumuh di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Penyebabnya, harga tanah yang kian mahal dan keterbatasan pemerintah menyediakan rumah sederhana bagi rakyat.

"Saat ini ada sekitar 17,2 juta kepala keluarga yang masih tinggal di kawasan kumuh. Tahun ini, setidaknya ada 4.750 hektar perumahan kumuh di seluruh Indonesia," kata Yusuf Asy'ari kepada wartawan seusai membuka Musyawarah Daerah VI Ikatan Real Estate Indonesia DIY, Kamis (21/7).

Dari 17,2 juta kepala keluarga yang tinggal di perumahan kumuh, 13,5 juta diantaranya di perkotaan. Sisanya tersebar di berbagai pedesaan. Selain soal harga tanah yang tinggi dan keterbatasan kemampuan pemerintah, pertambahan jumlah keluarga baru juga sangat cepat. Padahal mereka semua butuh rumah. “Itu yang membuat pemukiman kumuh berkembang dengan cpepat," imbuh mantan direksi RCTI itu.

Ditambahkan, produksi rumah tipe sederhana tahun ini hanya sebanyak 74 unit. Angka itu, jauh dari target yakni 350 unit. Pengembang, kata Yusuf, cenderung membangun rumah mewah atau di atas tipe sederhana. Akibatnya, masyarakat yang daya belinya rendah tak mampu memperoleh pelayanan perumahan tersebut.

"Saat ini hanya BTN saja yang melayani kredit perumahan sederhana yang jangka waktunya hingga 15 tahun. Selain itu, perijinan di daerah juga cukup mahal dan menyulitkan," kata dia.

Untuk itu, kata Yusuf, mestinya pemerintah daerah dan Badan Pertanahan Nasional mempermudah setiap pengurusan ijin bagi perumahan sederhana. Jika perlu, Pemda dan BPN menggratiskan beaya administrasi bagi pengurusan pembangunan rumah sederhana. Syaiful Amin


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jamsostek Siap Salurkan 5 Triliun Untuk Pembangunan RSH
Sampai 2009, Pemerintah Akan Bangun 1 Juta Rumah
Pengadilan Tolak Gugatan Rumah Susun Cengkareng


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Kovalainen tercepat
Tersangka Teroris Asal Singapura Tak Bisa Dideportasi
Todung Mulya Lubis Pesta Ulang Tahun Ke-59
Tak Ada Minyak Mentah Di Antapani
Walikota Cirebon Tolak Cairkan Gaji ke 13

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data