|
Selundupan Berkurang, Harga Beras Naik
Rabu, 20 Juli 2005 | 19:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Direktur Utama Perum Bulog Widjanarko Puspoyo mengatakan sedang mempersiapkan operasi pasar untuk mengantisipasi kenaikan harga beras akibat melonjaknya permintaan. “Permintaan beras di luar Jawa cukup tinggi karena tak lagi mengkonsumsi beras selundupan,” kata dia di Gedung Bulog, Rabu (20/7).
Ia menuturkan, karena tingginya permintaan itu, beras lokal yang biasa diproduksi dan dikonsumsi di Pulau Jawa tersedot ke luar Jawa dan mendongkrak harga. Dalam tiga hari belakangan, ujarnya, harga beras sudah naik Rp 300 per kilogram.
Saat ini, imbuh Widjanarko, harga rata-rata beras nasional Rp 3.200 per kilogram. Bulog berjanji akan melakukan operasi pasar jika harga di atas Rp 3.500. "Selanjutnya bila stok beras Bulog turun di bawah 1 juta ton, pemerintah akan membuka kran impor," kata dia.
Menurut Widjanarko, stok beras Bulog 1,7 juta ton. Terdiri dari 600 ribu ton beras dan 1,1 juta ton gabah. Stok dalam bentuk beras cukup untuk empat bulan masa distribusi. “Kebijakan kami menyimpan dalam bentuk gabah agar lebih tahan lama," ucapnya.
Thoso Priharnowo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|