|
Penghematan Listrik Sukses
Rabu, 20 Juli 2005 | 15:21 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Gerakan penghematan listrik yang dicananangkan pemerintah berhasil menekan pemakaian listrik sampai 900 megawatt (MW) pada beban puncak di Jawa-Bali. Hal ini dibuktikan dengan penurunan skala beban pada pusat pengaturan beban listrik Jawa-Bali di Gandul, Jakarta.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, sebelumnya perbedaan antara beban puncak dengan beban dasar mencapai 1.500 MW. "Sekarang perbedaan beban puncak dengan beban dasar tinggal 600-700 MW," kata dia kepada pers di kantor presiden, Rabu (20/7).
Beban puncak pada sistem kelistrikan Jawa-Bali berlangung dari pukul 17.00 sampai 22.00 dengan konsumsi daya listrik sebelumnya antara 14 ribu-15 ribu MW. Sedangkan beban dasar biasanya berkisar antara 12.500-13.500 MW.
Ia mengaku belum mengetahui hasil penghematan bahan bakar minyak untuk keperluan tranportasi. "Kalau penghematan BBM itu agak susah penghitungannya." Stok BBM sekarang mencapai 19 hari. Ia yakin mampu menyediakan BBM sebanyak 22 hari pada akhir Juli.
Menyinggung perihal penghematan premium, Purnomo mengaku masih belum ada keputusan. Pemerintah, kata dia, belum akan mengeluarkan aturan. Ini menyangkut keharusan mobil 2000 cc membeli pertamax dan bukannya premium.
Purnomo enggan menjawab saat ditanya apakah keberatan pemerintah menerapkan aturan ini karena menyangkut keperluan bagi orang kaya.
Budiriza
INDEKS BERITA LAINNYA :
|