|
Massa PT Dirgantara Tutup Kantor Kementerian BUMN
Rabu, 20 Juli 2005 | 14:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 500 massa karyawan PT Dirgantara Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian BUMN sejak pukul 10.00 WIB. Aksi ini menyebabkan arus lalu lintas dari arah Senen yang seharusnya melintas di Jalan Wahidin dialihkan ke Lapangan Banteng.
Dalam orasinya, pengunjuk rasa meminta Meneg BUMN Sugiharto mengambil tindakan tegas terhadap Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Edwin Sudarmo yang telah diputuskan bersalah di Pengadilan Negeri Bandung.
"Kasasinya juga telah ditolak," kata Wakil Sekretaris Umum Forum Komunikasi Karyawan PT Dirgantara Indonesia Muhammad Akhsan, di depan kantor Kementerian BUMN, Rabu (20/7).
Selain menuntut mundur direktur utamanya, karyawan Dirgantara Indonesia juga meminta pemerintah membayarkan hak-hak mereka. Menurut Akhsan, pihak karyawan dan direksi telah membuat sebuah draf penyelesaian masalah PT Dirgantara Indonesia. "Tapi itu tidak dilaksanakan. Malah diputuskan sepihak oleh direksi dan Kementerian BUMN," ujarnya.
Menurut Akhsan, sebanyak 6.651 karyawan DI sudah dipecat. Dari jumlah itu sebanyak 200 orang masih menempuh jalur hukum terhadap pemecatannya. "Sedangkan 6.000 orang sudah resmi di-PHK," ujarnya.
Hak-hak karyawan yang belum dibayarkan, kata Akhsan, di antaranya adalah jumlah pesangon yang hanya baru dibayarkan setengah dari jumlah yang seharusnya. "Seharusnya dibayarkan sebanyak 27 kali gaji," ujarnya. Uang pensiun juga demikian. Menurut Akhsan, seharusnya uang pensiun dibayarkan sesuai dengan gaji terakhir. "Tapi yang dibayar sesuai dengan gaji tahun 1991," tambahnya.
tito sianipar
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|