|
Kenaikan Bea Masuk Kendaraan Tekan Penjualan
Rabu, 20 Juli 2005 | 12:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Jenderal Transformasi dan Telematika Departemen Perindustrian, Budhi Darmadi, mengatakan rencana kenaikan bea masuk kendaraan ditujukan untuk menekan pertumbuhan penjualan mobil.
“Secara umum jika bea masuk dinaikkan lima persen, maka penjualan akan turun 13-15 persen,” kata Budhi di Hotel Bumikarsa, Komplek Bidakara Jakarta, Rabu (20/7).
Menurut Budhi, jika bea masuk dinaikkan 10 persen, penjualan kendaraan akan turun 21 hingga 24 persen. Jika dinaikkan menjadi 20 persen penjualan akan turun 35 persen. “Saat ini sedang dikaji berapa kenaikannya,” ujarnya.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie mengatakan pemerintah tengah mengkaji kenaikan bea masuk impor mobil mewah dan pengenaan pajak progresif untuk kepemilikan mobil. Saat ini, bea masuk paling tinggi sebesar 80 persen dikenakan untuk impor mobil jenis sedan di atas 3.000 cc.
Budhi mengakui, kebijakan menaikkan bea masuk impor kendaraan tidak bisa menurunkan konsumsi BBM. Kebijakan ini hanya akan menekan pertumbuhan penjualan. Untuk menurunkan konsumsi BBM, lanjutnya, harus dicari terobosan baru. “Misalnya mengatasi kemacetan dan memakai mesin cc kecil,” kata dia.
Saat ini, kata Budhi, terdapat 13 juta kendaraan di Indonesia, 7 juta di antaranya beredar di jalan.
sutarto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|