Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Evaluasi Pergantian Direksi PT KAI
Selasa, 19 Juli 2005 | 17:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara BUMN Sugiharto menyatakan saat ini pihaknya tengah mengevaluasi kemungkinan pergantian Direksi PT Kereta Api Indonesia. Menurutnya, usai bertemu Menteri Perhubungan Hatta Radjasa, Selasa (19/7), tidak semua jabatan direksi yang ada akan diganti.

Menyusul terjadinya kecelakaan kereta api Jabotabek di Pasar Minggu awal bulan ini, banyak pihak mengusulkan agar dilakukan pergantian direksi perusahaan milik negara itu. Usulan termasuk datang dari Menteri Perhubungan dan Panitia Kerja (Panja) Kereta Api DPR RI.

Anggota Panja Kereta Api Taufik Kurniawan menyatakan Panja meminta Meneg BUMN untuk segera melakukan pergantian direksi PT KAI sebelum tanggal 1 Agustus. “Sebelum tanggal itu harus segera dilakukan pergantian,” ujarnya.

Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterima Panja, Serikat Pekerja PT KAI akan melakukan mogok massal mulai 1 Agustus. Panja meminta agar segera ada kepastian pada manajemen PT KAI sebelum aksi mogok itu benar-benar terjadi.

Sugiharto memandang aneh terhadap rencana mogok dan aksi besar-besaran karyawan PT KAI. Menurut dia, pemerintah sedang mengupayakan untuk memenuhi aspirasi mereka. “Pemerintah sudah sungguh-sungguh, kalau mau turun juga aneh,” katanya.

Seperti diketahui, Serikat Pekerja PT KAI meminta agar status mereka dikembalikan menjadi pegawai negeri seperti sebelumnya. Mereka juga menuntut kejelasan dana pensiun bagi karyawan lama (yang semula berstatus pegawai negeri), dan tunjangan kesehatan dari pemerintah.

Khairunnisa


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Lalu Lintas KA Macet Total
KAI Akan Bangun Sarana Kereta di Jabodetabek
DPR Setujui Amandemen UU Perkeretaapian
BPS : Jumlah Penumpang Kereta Naik 4,5 Persen
Pelanggaran Sinyal Penyebab Kecelakaan Kereta
DPR Minta PT Kereta Api Diaudit
Kereta Disingkirkan dari Pasar Minggu Malam Ini
Polisi Mengaku Telah Tahan Masinis Kereta
KRL Ekonomi Melanggar Sinyal
14 Korban Kecelakaan Kereta di RS Fatmawati
> selengkapnya...


Referensi

Tragedi Pasar Minggu

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Kovalainen tercepat
Tersangka Teroris Asal Singapura Tak Bisa Dideportasi
Todung Mulya Lubis Pesta Ulang Tahun Ke-59
Tak Ada Minyak Mentah Di Antapani
Walikota Cirebon Tolak Cairkan Gaji ke 13

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data