|
Pemerintah Kaji Kenaikan Harga Minyak
Selasa, 19 Juli 2005 | 04:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa pemerintah sedang mengkaji kemungkinan menaikkan harga minyak. Kajian, menurut dia, untuk menciptakan insentif bagi berkembangnya energi alternatif.
"Tapi, pemerintah menyadari bahwa harga BBM yang rendah juga menolong masyarakat. Saat ini, semua alternatif masih dikaji," kata Sri Mulyani seusai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Senin (18/7).
Dikatakannya, pemerintah akan memaparkan kerangka waktu dari kebijakan energi nasional. Tujuannya, diversifikasi energi tanpa mengorbankan rakyat miskin.
Idealnya, kata dia, subsidi bahan bakar hanya diberikan pada pihak yang memang benar-benar membutuhkannya. Namun, ia mengakui bahwa pemerintah masih belum memiliki data yang komprehensif tentang kondisi masyarakat miskin.
Data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS) berbeda dengan data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) serta pemerintah daerah.
Pemerintah, kata Sri Mulyani, telah meminta BPS agar secepatnya menyelesaikan sensus tanpa mengorbankan kualitas dan integritas data. "Kami usahakan secepat mungkin," tuturnya.
Adapun untuk dana kompensasi BBM, Sri Mulyani menegaskan bahwa pencairan dana hanya dilakukan pada tiga sektor yang telah mendapat persetujuan DPR, yakni pendidikan, kesehatan, dan pembangunan 11.000 desa tertinggal.
Prioritas dana kompensasi BBM di bidang pendidikan, kata Sri Mulyani, adalah untuk membantu sekolah-sekolah agar mereka tidak lagi memungut biaya tinggi. Thoso Priharnowo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|