|
Pembatasan Jam Tayang Hambat Akses Informasi Pelaku Pasar
Senin, 18 Juli 2005 | 18:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pembatasan jam tayang mulai 01.00 – 05.00 bagi semua stasiun televisi dan radio dinilai merugikan pelaku pasar. Pasalnya, pada jam-jam tersebut mereka tidak lagi dapat memperoleh informasi nilai saham di bursa internasional melalui televisi berlangganan.
Analis pasar PT Supra Surya Danawan Sekuritas Hendra Bujang menuturkan, pembatasan siaran pada rentang waktu tersebut tidak pada tempatnya karena membuat Indonesia ketinggalan informasi dibanding negara lain. "Keterlambatan memperoleh informasi ini jelas merugikan," kata dia kepada Tempo, Senin (18/7).
Hendra membenarkan, untuk mendapatkan informasi pelaku pasar tetap bisa mengakses internet atau telepon. Tetapi dengan begitu tujuan penghematan energi yang dicanangkan pemerintah dengan membatasi siaran tidak tepat sasaran. "Dengan menggunakan fasilitas lain kan sama saja, tidak bisa menghemat juga jadinya," tutur dia.
Seperti diketahui, Senin (11/7) lalu pemerintah mengeluarkan peraturan pembatasan jam siaran mulai dari pukul 01.00 hingga pukul 05.00. Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika nomor 11/P/M.Kominfo/7/2005.
Menurut Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Widiatna, Peraturan itu dikeluarkan berdasarkan kesepakatan antara pemerintah dengan para operator televisi dan radio.
Widi mengakui ada konsekuensi negatif dari pembatasan jam tayang tersebut. Namun, sebagai kesepakatan bersama tidak ada sanksi yang ditetapkan bagi pelanggar. "Paling cuma berupa teguran saja," ujarnya.
Pengamat komunikasi Efendi Ghazali dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia pekan lalu menyatakan, kebijakan Menkominfo itu menunjukan bahwa pemerintah tidak memahami arus informasi yang tidak boleh berhenti.
Pemerintah juga, ujar dia, terkesan tidak memahami perbedaan waktu global. "Jam 01.00 hingga 05.00 dinihari itu sama dengan sekitar jam 12.00 hingga 17.00 di Washington," ungkapnya.
Khairunnisa
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|