Berita terkait selengkapnya Bisnis Sepekan(28 Maret 2005) Tabel dan Info Grafis Soal Astra (27 Oktober 1998) Ketika Astra Harus Memangkas Anak-anaknya (27 Oktober 1998) Penjelasan PT Astra International Tbk. (14 Juni 1999) Maaf untuk Astra Internasional (14 Pebruari 1999) Menggugah Astra International (01 Pebruari 1999) Berlomba di Pertumbuhan(15 November 2004) Merangkul Si Anak Hilang(11 Oktober 2004) Budi Setiadharma: (10 Mei 2004) Bisnis Sepekan (11 Agustus 2003) Astra Kurangi Utang (14 Juli 2003) Astra 'Buyback' Obligasi (23 Juni 2003) Astra Bayar Utang Lagi (26 Mei 2003) Astra Kuasai Gaya Motor (21 April 2003) Faktur BMW (03 Maret 2003) Nota Kesepahaman Toyota Motor Corp. dan Astra International (24 Pebruari 2003) Penjualan Mobil Naik (06 Januari 2003) Indofood Geser Astra (30 Desember 2002) Astra Mengejar Rp 1,4 Triliun (23 Desember 2002) Astra 'Right Issue' (25 November 2002) Teddy Rachmat: "Sekarang Enggak Perlu Nyetor Kiri-Kanan" (11 November 2002) Astra Dikepung Utang (21 Oktober 2002) Charlotte Butler: "Buku ini Bukan Proyek Pesanan"(26 Agustus 2002) Saham Astra Dikurangi (29 Juli 2002) Saham TAM Belum Dilepas Astra (18 Pebruari 2002) Kejatuhan Harga 'Blue Chip', Tren Sesaat? (07 Januari 2002) Ikut Naik ?(06 Agustus 1977) Mendapat Hadiah Dari PT Astra(12 Mei 1973) Mendapat Hadiah Dari PT Astra(12 Mei 1973) Melawan Selundupan(05 Mei 1973) Ada Yang Semakin Ciut(17 Agustus 1985) Cumlaude Dari Unair(31 Agustus 1985) Dari wartawan buat astra(09 Maret 1985) Tekad Si Om(01 Maret 1986) Ketimbang Peuyeum(22 Pebruari 1986) Anak bank dunia di jakarta(15 Juli 1989) Sayap obligasi(22 Desember 1990) Klub pengusaha ASEAN(21 Desember 1991) Kemana dividen ?(04 Mei 1991) Omsetnya satu trilyun(04 Mei 1991) Ekspansi astra jalan terus(08 Agustus 1992) Saham dilepas kemudi dipertahankan(08 Agustus 1992) Untung, masih ada payung(08 Agustus 1992) Kisah pak cum dan om willem(08 Agustus 1992) Ini masalah teman dan kepentingan nasional(08 Agustus 1992) Willem pergi, mengapa sumitro? astra: aset nasional(08 Agustus 1992) Astra dan dua jago tua(08 Agustus 1992) Sumitro masuk astra(08 Agustus 1992) Persiapan laporan utama(08 Agustus 1992) Catatan nomor 23(06 Juni 1992) Ekspansi di masa sulit(06 Juni 1992) Industri otomotif: subsidinya sudah waktunya dicabut(27 Juni 1992) Astra Masuk Ladang Minyak(05 September 1992) Raksasa grosir dari belanda(05 September 1992) Beda dengan pertamina(05 September 1992) Ambisi Summa, beban pada Soeryadjaya(30 Mei 1992) Astra international: transisi dan transformasi(30 Mei 1992) Kemitraan Astra-Gecc(04 April 1992) Sekitar utang astra(18 Juli 1992) Siapa mau saham Astra(20 Juni 1992) Sebelum saham disita(26 Desember 1992) Dan prajogo menjadi pemilik astra(26 Desember 1992) Raja mobil banting setir?(29 Agustus 1992) Teliti sebelum membeli(27 Pebruari 1993) Skenario terbaru summa-delta?(09 Januari 1993) Muka baru di astra(06 Maret 1993) Anak astra yang bongsor(15 Mei 1993) Akuisisi harus transparan(06 Pebruari 1993) Ramly, dia terpilih(04 September 1993) Antara bursa dan kinerja(04 September 1993) Nasabah mengatur langkah prajogo menentukan(02 Januari 1993) Astra-summa, ayah-anak evaluasi...(02 Januari 1993) Fenomena prajogo(11 September 1993) Kepergian sang konseptor(10 Juli 1993) Dari prajogo ke tim likuidasi(23 Januari 1993) Sesudah saham astra dibeli toyota(03 Juli 1993) Astra memacu astra modifikasi sudah tiga kali juara datang, laba dihitung(12 Pebruari 1994) Country risk dan wall street(05 Pebruari 1994) Astra memacu astra(05 Pebruari 1994)