|
Industri Diminta Audit Energi
Kamis, 14 Juli 2005 | 16:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Departemen Perindustrian meminta seluruh industri melakukan audit pemakaian energi. Permintaan ini terkait dengan kampanye penghematan energi yang dikeluarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Tujuannya, menurut Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Ansari Bukhori, untuk mengetahui kebutuhan energi yang diperlukan perusahaan dalam kegiatan operasionalnya. "Kalau ada yang bisa dihemat ya dilakukan penghematan," ujarnya Kamis (14/7).
Setelah dilakukan audit energi, lanjut Ansari, besar kemungkinan ditemukan mesin-mesin yang boros energi. Mesin-mesin seperti ini harus diganti dengan teknologi yang lebih hemat energi.
Departemen Perindustrian juga meminta beberapa industri untuk mengubah produksinya diluar waktu beban puncak PLN. Industri-industri ini, kata Ansari, sedang mengkaji kemungkinan pemindahan produksi di luar beban puncak antara pukul 17.00 - 22.00. "Diantaranya, Krakatau Steel dan beberapa industri serat," kata dia.
Semen Cibinong, ujarnya, telah berhasil memindahkan operasi di luar beban puncak PLN. Dengan pemindahan ini Semen Cibinong mengaku berhasil berhemat Rp 300 juta per bulan. PLN berjanji memberikan insentif kepada perusahaan yang mau memindahkan operasinya diluar beban puncak.
sutarto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|