|
Sri Mulyani: Tidak Ada Revisi Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 14 Juli 2005 | 15:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Gerakan penghematan energi diyakini tak akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu, pemerintah tidak akan merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini.
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Sri Mulyani Indrawati mengemukakan hal itu seusai membuka Senior Official Meeting (SOM) ke-4 di Hotel Nusa Dua Beach Bali, Kamis (14/7).
Menurut dia, gerakan hemat energi sesuai instruksi presiden, merupakan gerakan pengurangan konsumsi energi yang berorientasi pada kenyamanan, bukan pada aktivitas ekonomi. Seandainya, Inpres itu mengharuskan pengubahan teknologi operasional perusahaan, mungkin akan mempengaruhi perekonomian “Yang disasar adalah golongan menengah ke atas,” ujarnya.
Jika penghematan energi dilakukan juga oleh perusahaan-perusahaan, ia menilai justru akan memperbaiki kinerja perusahaan, bukan malah menurunkan produktivitasnya. Dengan begitu akan mengurangi cost energy setiap bulannya.
Langkah praktis yang diharapkan pemerintah dari gerakan ini, menurut Sri, bagaimana melalui teknologi dan mekanisme kerja yang mengurangi penggunaan bahan bakar tetapi menghasilkan produktivitas yang sama bahkan mungkin lebih tinggi. Sehingga secara keseluruhan, biaya untuk membayar belanja energi berkurang. “Yang diharapkan dikurangi cuma kenyamanan beraktivitas saja, kok,” Sri Mulyani tersenyum.
Karena itu, dengan instruksi yang jelas aktivitas mana saja yang dianjurkan untuk dihemat, menurut Sri Mulyani tidak ada alasan untuk merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini. “Kita masih comportable kok dengan angka 6 persen. Kuartal I sudah mencapai 6,3 persen dengan tingkat investasi melebihi 40 persen,” paparnya.Rilla Nugraheni
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|