|
Menteri: Pola Subsidi BBM Memberatkan Fiskal
Kamis, 14 Juli 2005 | 15:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Keuangan Jusuf Anwar menyatakan pola subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang ada memberatkan kondisi fiskal. "Saya sebagai pengelola fiskal merasa berat jika pola subsidi ini dilanjutkan," ujarnya usai membuka sosialisasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) dan dokumen DIPA 2006 di Departemen Keuangan, Kamis (14/7).
Menurutnya, pola subsidi itu harus diubah manjadi subsidi yang tepat sasaran dan subsidi yang lebih efisien. Hal ini mengingat banyaknya pendapat masyarakat yang menyatakan sudah terjadi anomali pengelolaan ekonomi.
"Suatu saat kami harus mengubah sistem yang ada," ujarnya. Anomalinya adalah subsidi yang tidak benar, di mana subsidi yang ada sekarang perlu segera dilakukan perbaikan-perbaikan.
Menanggapi pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah yang menyatakan penghematan energi akan menghambat pertumbuhan ekonomi, menurutnya haruslah ada pembuktiannya.
"Itu dapat mengurangi pertumbuhan ekonomi mungkin ada, tapi harus dibuktikan seiring dengan waktu," ujarnya. "Pertumbuhan kan tidak berhenti dengan kita pakai jas atau tidak."
suryani ika sari
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|