Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Diminta Transparan Jelaskan Penerimaan Migas
Rabu, 13 Juli 2005 | 06:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Angka realisasi penerimaan sektor minyak dan gas tercantum dalam dokumen realisasi APBN. Sayangnya, detail perhitungan penerimaan yang dikaitkan dengan biaya operasi yang dapat dikembalikan sangat sulit ditelusuri.

"Padahal resiko penyimpangan dalam proses ini sangat tinggi," kata Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia (TII) Emmy Hafids di Jakarta, Selasa (12/7). Ia menilai perlu ada gambaran perhitungan yang jelas untuk menentukan jumlah penghasilan pemerintah dari penerimaan minyak dan gas.

Hampir selama enam bulan, TII berusaha mencari tahu biaya operasional dan eksplorasi yang diganti oleh pemerintah tapi tanpa hasil. Pemerintah, kata dia, sangat ketat menjaga rahasia bagian ini. Padahal, kata dia, proses cost recovery memiliki peluang dilakukan manipulasi data dan penggelembungan.

Menurut Emmy dalam studi awal ini tidak mendapat sumber resmi yang dapat menjelaskan mengenai data maupun perhitungan penerimaan migas. Padahal beberapa negara telah menerapkan prinsip transparansi untuk penerimaan sektor migas diantaranya Nigeria, Kanada, dan Azerbaijan.

Sektor migas untuk Indonesia ini lanjut, Emmy masih belum transparan. Dia mencontohkan dana reboisasi dapat dihitung dan dapat diperiksa ulang. Termasuk juga perhitungan royalti dari barang tambang seperti emas. "Tapi ini (pendapatan migas termasuk perhitungan cost recovery) kami tidak tahu," tuturnya.

Pengamat perminyakan Kurtubi menyatakan, perhitungan penerimaan negara termasuk cost recovery seperti hutan belantara. "Semua ini akibat sistem yang kurang efisien yang bersumber dari UU Migas, maka ini harus direvisi," tuturnya.

Kepala Divisi Pengendalian Finansial Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) Inggrid Permata Lestari Tobing menjelaskan, data soal itu merupakan wewenang Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Muhamad Fasabeni

Dari Arsip Majalah TEMPO
Harga Minyak, Bukan Sekadar Asumsi APBN | 11 April 2005
Surat Pembaca | 04 April 2005
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 04 April 2005
DPR Tidak Serius | 28 Maret 2005
Besar Pasak daripada Tiang | 28 Maret 2005
Dilema Pemain Baru | 21 Maret 2005
Minyak Panas di Gedung Parlemen | 21 Maret 2005
Menyumbat Kebocoran Minyak | 21 Maret 2005
Hari Purnomo Meminta Pemeriksaan Dihentikan | 21 Maret 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan  harga BBM dengan poster bertuliskan  BBM naik, harga-harga melambung, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425]. Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan harga BBM dengan spanduk bertuliskan  Tolak kenaikan BBM, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Lampu di Monas Akan Dipadamkan Secara Bergiliran
Pertamina: BBM Normal Akhir Juli
Kenaikan Harga Solar Industri Dinilai Terlalu Cepat
Sekolah Penerima Dana Hibah Tetap Pungut Biaya
Letnan Dua Soeharto Pagi Ini Divonis
Warga Keluhkan Maraknya Calo Sekolah
Dewan Minta Kualitas Resapan Air Dijaga
Wali Kota Jakarta Utara Matikan Separuh Lampu Hias
Polisi Masih Awasi Markas Ahmadiyah
Gubernur DKI Edarkan Instruksi Hemat Energi
> selengkapnya...


Referensi

Kota-kota Mulai Lumpuh
Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
PT PLN (Persero)
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data