|
Pemerintah Masih Cari Sumber Dana Merpati
Selasa, 12 Juli 2005 | 20:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah hingga saat ini masih mencari sumber pendanaan bagi PT Merpati Nusantara Airlines. Menteri Negara BUMN Sugiharto mengatakan sumber pendanaan itu masih diusahakan berasal dari dana talangan.
Menurut Sugiharto, sumber pendanaan bagi penyelamatan Merpati harus tercatat dalam APBN Perubahan yang akan datang. "Itu mata anggarannya harus dilihat dulu. Saya kira harus diusahakan dari bridging finance (dana talangan) karena di APBN belum tercatat," ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Selasa (12/7) sore.
Sugiharto mengakui hingga saat ini Kementerian BUMN belum mengambil keputusan mengenai hal tersebut. "Baru saya koordinasikan dengan Menteri Perhubungan. (Tapi) belum ada keputusan," ujarnya.
Mengenai kemungkinan sumber pendanaan berasal dari perbankan, menurut Sugiharto, hal itu tergantung dari investor yang bersangkutan. "Itu sedang dipelajari, berapa investor yang mau," kata dia.
Sebelumnya, Komisi Perhubungan DPR RI menyetujui anggaran sebesar RP 450 miliar yang diusulkan pemerintah untuk menyelamatkan PT Merpati Airlines. Komisi juga meminta agar maskapai penerbangan pelat merah ini diberikan dana talangan dalam waktu dua-tiga bulan sebelum APBN Perubahan ditetapkan.
tito sianipar
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Direktur Utama (Dirut) Merpati Nusantara, Hotasi Nababan saat rapat dengan anggota Komisi V DPR yang membidangi masalah industri dan perdagangan membahas mengenai visi, misi, strategic planning, kinerja perusahaan dan pelayanan penerbangan di Gedung MPR/DPR, Jakarta, 11 Juni 2003. [TEMPO/ Purwanta BS; K15A/383/2003; 20030625].](/hg/photostock/2005/03/01/s_K15A38304_high_thumb.jpg) |
![Dirut Garuda Indonesia Indra Setiawan (kiri) dan Dirut Merpati, Hotasi Nababan (kanan) pada rapat dengar pendapat dengan komisi IV di Gedung MPR/DPR, Jakarta. Rabu 13 November 2002. Pada kesempatan ini mereka memberikan keterangan mengenai kesiapan angkutan darat, laut dan udara untuk mengantisipasi lebaran/Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru 2003.
[TEMPO/Bernard Chaniago; Digital Image; 20021223]](/hg/photostock/2004/12/27/s_BC2002111316_high_thumb.jpg) |
|
|
| Indra Setiawan dan Hotasi Nababan
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|