Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Persatuan Insinyur Minta Subsidi BBM Diturunkan
Selasa, 12 Juli 2005 | 14:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menilai pemerintah harus menurunkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara bertahap sehingga hanya berbeda 10-20 persen dengan harga di kawasan lain.

Ketua Umum PII Rauf Purnama mengatakan, langkah ini akan mendorong penghematan APBN sekaligus memicu munculnya industri energi alternatif. "Kita bisa kembangkan biodiesel dan bioethanol," kata Rauf kepada pers usai diterima Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla di kantor wakil presiden.

Menurutnya, konsumsi BBM untuk kegiatan transportasi mencapai 50 persen dari total konsumsi yang ada. Padahal, Indonesia memiliki potensi energi terbarui dari jenis minyak yang terbarui dan terbuat dari tanaman, seperti minyak jarak, kelapa sawit, dan bunga matahari. "Eropa sudah mencapai penggunaan biodiesel sebanyak 50 persen," kata dia.

Dengan luas lahan yang ada dan terbilang subur, lanjut Rauf, maka Indonesia memiliki potensi tidak hanya sebagai pengguna tapi juga pengekspor biodiesel di dunia. Ini tidak akan terwujud, jika energi masih bertumpu pada energi tak terbarui. "Ini bisa dilakukan dalam 3-4 tahun," kata dia.

Saat ini, jumlah BBM yang disubsidi mencapai 59,6 juta kiloliter, dengan nilai subsidi mencapai sekitar 76 triliun.

budiriza

Dari Arsip Majalah TEMPO
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 04 April 2005
Berbelok di Tikungan Akhir | 28 Maret 2005
DPR Tidak Serius | 28 Maret 2005
Minyak Panas di Gedung Parlemen | 21 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Kaum Miskin Ketinggalan | 21 Maret 2005
Tidak Akan Transparan | 14 Maret 2005
Bak Kembali ke Perut Bumi | 14 Maret 2005
Tergagap di Tingkat Lokal | 14 Maret 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan  harga BBM dengan poster bertuliskan  BBM naik, harga-harga melambung, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425]. Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan harga BBM dengan spanduk bertuliskan  Tolak kenaikan BBM, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menteri: Upaya Ekstra Untuk Menutup Subsidi BBM
Defisit Akibat Subsidi BBM Rp 39,8 Triliun
Pemerintah Akan Bayar Utang Rp 10 Triliun ke Pertamina
Dana Subsidi BBM Sudah Cair
Rp 90 Triliun Buat Subsidi BBM
Keuangan PT.Pertamina Dibenahi
Dana Cadangan Bisa Untuk Mensubsidi Pertamina
Kebocoran Dana Kompensasi BBM Bisa Mencapai 45 Persen
Presiden Tolak Turunkan Harga BBM
Empat Anggota DPR akan Ajukan Uji Materiil
> selengkapnya...


Website

PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data