Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kenaikan Harga Solar Industri Dinilai Terlalu Cepat
Selasa, 12 Juli 2005 | 09:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Rencana pemerintah untuk menaikan harga solar bagi industri umum per 1 Agustus mendatang, dinilai terlalu cepat dan akan sangat memberatkan kalangan industri. Ia menyarankan agar ada pembicaraan lebih dulu untuk melakukan sosialisasi.

"Dengan waktu penetapan sesingkat itu, industri tidak sempat bernapas," ujar Ketua Bidang Regulasi Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMI), Franky Sibarani kepada Tempo.

Kemarin, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan pemerintah akan menetapkan kenaikan harga solar bagi industri secara umum per 1 Agustus. Harga solar yang sebelumnya 2.200 rupiah akan naik menjadi 4700 rupiah.

Terhadap nilai kenaikan ini, Franky menilai terlalu besar dan akan memberatkan pengusaha makanan dan minuman. Kenaikan ini juga akan mempengaruhi pada naiknya biaya transportasi dan operasional mesin yang menggunakan solar sebagai bahan bakarnya. "Meskipun belum dapat menghitung dampaknya, tapi kenaikan ini signifikan memberatkan," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengharapkan, sebaiknya pemerintah menggunakan sistem bertahap dalam pemberlakuan kenaikan solar ini. Yang dimaksud, persentase kenaikan tidak langsung sekaligus dilakukan dalam satu waktu. "Tapi persentasenya meningkat selama beberapa waktu, seperti pada kenaikan BBM sebelumnya," ujarnya lagi. Rinaldi D. Gultom

Dari Arsip Majalah TEMPO
Harga Minyak, Bukan Sekadar Asumsi APBN | 11 April 2005
Surat Pembaca | 04 April 2005
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 04 April 2005
DPR Tidak Serius | 28 Maret 2005
Besar Pasak daripada Tiang | 28 Maret 2005
Dilema Pemain Baru | 21 Maret 2005
Minyak Panas di Gedung Parlemen | 21 Maret 2005
Menyumbat Kebocoran Minyak | 21 Maret 2005
Hari Purnomo Meminta Pemeriksaan Dihentikan | 21 Maret 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan  harga BBM dengan poster bertuliskan  BBM naik, harga-harga melambung, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425]. Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan harga BBM dengan spanduk bertuliskan  Tolak kenaikan BBM, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sekolah Penerima Dana Hibah Tetap Pungut Biaya
Letnan Dua Soeharto Pagi Ini Divonis
Warga Keluhkan Maraknya Calo Sekolah
Dewan Minta Kualitas Resapan Air Dijaga
Wali Kota Jakarta Utara Matikan Separuh Lampu Hias
Polisi Masih Awasi Markas Ahmadiyah
Gubernur DKI Edarkan Instruksi Hemat Energi
Pemerintah Batasi Jam Siaran Televisi dan Radio
Harga Solar Industri Segera Naik
Antre Bensin di Sepanjang Pagaralam-Lahat
> selengkapnya...


Referensi

Kota-kota Mulai Lumpuh
Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Paranoid dan Irasional
619 Pasien Dioperasi Gratis
Realisasi Akuisisi Rio Tinto Tertunda
Tol Penjaringan-Kebun Jeruk Selesai Juni 2009
Cuaca Hari ini Didominasi Awan dan Hujan

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data