|
Menteri: Upaya Ekstra Untuk Menutup Subsidi BBM
Senin, 11 Juli 2005 | 15:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Keuangan Jusuf Anwar menyatakan harus dilakukan berbagai upaya untuk menutup subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang terus membengkak. Hal itu diungkapkannya usai rapat 14 menteri dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Departemen Keuangan, Senin (11/7).
Menurut Jusuf, subsidi BBM sudah meningkat menjadi Rp 43 trillun. "Jumlah ini jauh meleset dari perkiraan yang lalu," ujarnya. Untuk itu, tambahnya, harus dilakukan upaya ekstra untuk menutup subsidi yang semakin besar itu sebagai konsekuensi logis dari harga minyak dunia yang tidak terkontrol.
Jusuf menambahkan, apabila harga minyak dunia terus naik sampai di atas US$ 60, maka harus dilakukan kerja keras guna menutup subsidi dan menutup kekurangan defisit. Sehingga tidak ada gap (celah) kekurangan pembiayaan. Bila dalam pembiayaan terdapat celah akan menimbulkan masalah besar. Menurutnya, akan lebih baik lagi bila harga minyak lebih rendah (turun).
Sejauh ini, Jusuf menegaskan, tidak ada masalah dalam keuangan. Yang ada hanya masalah distribusi BBM yang bergantung kepada letak geografis Indonesia yang begitu luas serta permasalahan teknis lainnya. Demikian juga untuk suplainya, menurut Jusuf masih mencukupi.
"Harus dipikirkan bagaimana caranya, karena selama kita masih menjadi net importer, kita tidak akan bisa menikmati harga minyak yang tinggi. Tetapi kalau sudah menjadi net exporter, tentu akan lebih baik," papar Jusuf.
riska s. handayani
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|