|
Merpati Butuh Dana Rp 2 Triliun
Sabtu, 09 Juli 2005 | 04:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perhubungan, Hatta Radjasa, menyatakan pemerintah berkomitmen untuk menyelamatkan PT. Merpati Airlines, sesuai hasil kesepakatan dengan Komisi V DPR.
Penutupan Merpati, menurut Hatta, bukan pilihan bijak mengingat dana yang dibutuhkan untuk itu sangat besar. "Butuh dana Rp. 2 triliun untuk menutup Merpati," ujar Hatta seusai mengikuti rapat koordinasi pembahasan RUU Penanaman Modal, di Departemen Keuangan, Jakarta.
Saat ini kondisi Merpati memprihatinkan. "Ibarat sedang pendarahan, pendarahannya mencapai Rp. 40 miliar per bulan,"kata Hatta.
Menurut Hatta, berpegang pada kesepakatan dengan Komisi V DPR, pemerintah akan memberi suntikan modal kepada Merpati sebesar Rp. 450 miliar. "Dengan catatan, hingga akhir bulan ini, Merpati diberi kesempatan untuk mencari rekan kerja. Merpati di downsizing, dengan strategi bisnis ke arah low cost carrier,"ujarnya.
Hatta mengaku dana Rp. 450 miliar tidak mudah didapatkan. Untuk itu, pemerintah akan memberi dana antara (bridging) sebesar Rp. 75 miliar.
"Pencairannya bertahap, tapi segera, agar Merpati bisa bertahan hidup,"katanya.
Hingga saat ini belum ada investor strategis yang secara serius menyatakan minatnya pada Merpati. "Sampai sekarang, kita tidak lihat ada yang serius. Persoalannya kompleks,"ujar Hatta.
Merpati, memiliki persoalan produktivitas berupa ketimpangan rasio antara jumlah penerbangan dengan jumlah karyawan. "Dulu Merpati punya 60 daerah tujuan terbang, sekarang setengahnya. Tidak cocok dengan jumlah pegawai yang ada,"kata Hatta.
Thoso Priharnowo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|