|
Menteri Keuangan : Cash Flow Negara Aman
Jum'at, 08 Juli 2005 | 16:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Keuangan Jusuf Anwar menyatakan, hingga saat ini kondisi cash flow negara masih aman. Departemen Keuangan juga siap jika sewaktu-waktu terdapat tambahan subsidi akibat harga minyak yang terus melonjak. "Sejauh ini kami siap, cash flow masih memungkinkan. Jadi secara fiskal tidak ada masalah. Yang sekarang harus diperbaiki masalah distribusi minyaknya,"kata Jusuf, usai Rapat Kerja dengan Panitia Anggaran di DPR Jakarta, Kamis (7/7) malam.
Hingga kemarin, harga minyak dunia hampir mendekati US$ 62 per barel. Harga minyak untuk kontrak pengiriman Agustus naik US$ 55 sen atau 0,9 persen menjadi US$ 61,83 per barel di New York Merchantile. Harga tersebut merupakan rekor terbaru yang berhasil dicatat.
Meski secara fiskal tidak ada masalah, Jusuf menyatakan pemerintah tetap akan berusaha untuk menambah ketahanan fiskal dengan menggali sumber-sumber pendapatan yang baru. Yakni melalui ekstensifikasi perpajakan. "Musuh kita utama sekarang ini ada dua, biaya uncontrolable dan kurs rupiah,"katanya.
Menurut Dirjen Perbendaharaan Negara Depkeu Mulia Nasution, mengatakan dari anggaran subsidi Rp.76 triliun, saat ini masih cukup untuk enam hingga tujuh bulan ke depan. "Yang sudah digunakan Rp. 42 triliun jadi masih ada Rp. 34 triliun lagi,"kata Mulia di Depkeu Jakarta, Jumat (8/7).
Saat ini, pemerintah tengah memproses permintaan Pertamina untuk pencairan subsidi sebesar Rp. 3 triliun. "Kami usahakan akhir minggu ini kalau gak Senin (11/7) cair,"kata Mulia.
Hingga 23 Juni 2005 kondisi kas negara masih surplus Rp. 18,9 triliun. Sementara rekening pemerintah di BI sebesar Rp. 68,8 triliun.
Suryani Ika Sari
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|